Siang Ini Rombongan Kraton “Nyadran” di Makam Bathara Katong Ponorogo

  • Post author:
  • Post published:February 8, 2026
  • Post category:Regional
  • Reading time:3 mins read
You are currently viewing Siang Ini Rombongan Kraton “Nyadran” di Makam Bathara Katong Ponorogo
SUASANA KHATAMAN : Suasana saat berlangsung khataman Alqur'an di Bangsal Smarakata, semalam. Kegiatan ritual religi yang dipimpin BRM Suryo Mulyoputro itu akan berlangsung sampai tiba wilujengan genap 100 hari wafat Sinuhun PB XIII. (foto : iMNews.id/Dok)

Pakasa Cabang Kudus Kirim Doa Untuk Ultah ke-41 Sinuhun PB XIV

SURAKARTA, iMNews.id – Minggu siang (8/2/2026) ini, rombongan utusan-dalem dari Kraton Mataram Surakarta yang dipimpin Gusti Moeng (Pengageng Ssana Wilapa/Ketua LDA) “Nyadran” di makam Adipati Bathara Katong. Safari “Tour de Ruwah” di Kabupaten Ponorogo (Jatim), juga “nyekar” ke makam Kiai Muhammad Besari di Tegalsari.

Seperti yang dilakukan pada musim “Nyadran” di bulan Ruwah tahun 2025, tombongan dari Kraton Mataram Surakarta juga melakukan safari “Tour de Makam” di sejumlah lokasi makam tokoh leluhur Dinasti Mataram. Ritual “Nyadran” dibagi dalam beberapa perjalanan yang hampir sama dengan tahun ini, di antaranya 2 lokasi di Ponorogo.

TAHUN LALU : Pada musim “Nyadran” bulan Ruwah tahun 2025 lalu, rombongan Tour de Ruwah” dari kraton dipimpin KGPH Hangabehi. Makam Bathara Katong di Desa Sentono, Kecamatan Jenangan, Ponorogo menjadi lokasi pertama yang diziarahi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Hal yang sedikit berbeda, kalau tahun lalu rombongan “Tour de Ruwah” dipimpin KGPH Hangabehi, sedangkan sekarang langsung dipimpin Gusti Moeng. Lokasi yang disadran adalah kompleks makam Bupati Ponorogo pertama yaitu Adipati Bathara Katong di Desa Sentono dan makam Kiai Muhammad Besari di Desa Tegalsari di Kabupaten Ponorogo.

Perjalanan “Tour de Ruwah” itu adalah perjalanan keempat dari yang direncanakan enam perjalanan. Dua perjalanan safari sisanya, adalah ke makam Sinuhun Amangkurat Agung di Astana Pajimatan Tegalarum, Kabupaten Slawi/Tegal, Kamis (12/2) dan makam Adipati Tjakra Adiningrat III di Kolpajung, Pamekasan, Madura, Senin (16/2).

SEMPAT MEMOHON : KRRA Panembahan Didik Singonegoro (Ketua) dan rombongan dari Pakasa Cabang Kudus sempat berfoto dengan Sinuhun PB XIV Hangabehi selepas shalat Jumat (6/2) lalu. Ia sempat diskusi untuk memohon kehadiran Sinuhun di Kudus. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Sementara itu, semalam Bebadan Kabinet 2004 menggelar khataman Alqu’ran di Bangsal Smarakata. Kegiatan religi yang dipimpin BRM Suryo Mulyoputro itu diikuti sekitar 25 orang dimulai pukul 20.00 WIB, Sabtu (7/2) semalam. Khataman Alqur’an digelar sampai datang ritual peringatan 100 hari wafat Sinuhun PB XIII sebelum Ramadhan.

Sementara itu, saat dihubungi iMNews.id siang tadi, KRRA Panembahan Didik Alap-alap Gilingwesi Singonegoro (Ketua Pakasa Kudus) menjelaskan, Pakasa Kudus tahun ini tak bisa menggelar ritual “Mapag Wulan Siam” disertai kirab budaya. Karena, ada beberapa rencana yang tidak memungkinkan terpenuhi, di antaranya soal waktu.

TANPA KIRAB : Karena Sinuhun baru akan memberi kabar saat shalat Jumat (13/2) di Masjid Demak, Pakasa Cabang Kudus memutuskan event ritual “Mapag Wulan Siam” akan digelar tanpa kirab. Kudus sudah “Nyadran” di makam Kiai Glongsor, Senin malam (2/2). (foto : iMNews.id/Dok)

“Waktu ikut shalat Jumat di Masjid Ki Ageng Sela itu, kami sudah menyampaikan rencana itu kepada Sinuhun PB XIV Hangabehi. Tetapi, beliau baru akan memberi kabar saat bertemu di shalat Jumat di Masjid Demak, 13 Februari. Karena waktunya tinggal 4 hari sebelum Ramadhan, maka tidak jadi pakai kirab,” ujar Ketua Pakasa Kudus.

Menurut KRRA Panembahan Didik Singonegoro, karena Sinuhun PB XIV Hangabehi baru bisa memberi kabar, Jumat (13/2), maka tak ada waktu persiapan menggelar kirab, yang kami rencanakan dilepas Sinuhun Hangabehi. Berkait dengan ultah Sinuhun ke-41, kemarin Pakasa Kudus mengirim doa secara khusus kepada Sinuhun Hangabehi. (won-i1)