Gusti Moeng Gugat Perubahan Nama Sinuhun PB “Empat Belas” di PN Surakarta

  • Post author:
  • Post published:January 30, 2026
  • Post category:Regional
  • Reading time:5 mins read
You are currently viewing Gusti Moeng Gugat Perubahan Nama Sinuhun PB “Empat Belas” di PN Surakarta
DARI PESANGGRAHAN : Sinuhun PB XIV Hangabehi dan rombongan tampak berjalan akan melewati pintu gerbang "plengkung" Pesanggrahan Langenharja yang sudah menjadi kawasan cagar budaya. Mereka akan shalat Jumat ke Masjid Cipta Sidi, siang tadi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Sinuhun PB XIV Hangabehi Bersama Rombongan, Shalat Jumat di Masjid Cipta Sidi

SURAKARTA, iMNews.id – Gusti Moeng (GKR Wandansari Koes Moertiyah) selaku Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa LDA menggugat perdata perubahan nama “KGPH P” menjadi Sinuhun PB “Empat Belas” di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta. Permohonan gugatan sudah terdaftar di PN, Kamis (29/1/2026) nomor 31/Pdt.G/2026/PN.Skt.

Gugatan dilakukan Gusti Moeng, karena PN Surakarta tetap memutuskan perubahan nama itu, walau pihaknya sudah mengirim surat keberatan. Menurut KPH Edy Wirabhumi selaku Pimpinan Eksekutif Lembaga Hukum Kraton (Mataram) Surakarta (LHKS), surat keberatan menunjukkan adanya sengketa yang seharusnya dijadikan pertimbangan PN.

“Yang pertama, permohonan itu tidak dikabulkan karena kekuarangan syarat kelengkapan materiil. Di saat itu, melalui lawyer sudah mengirim surat keberatan terhadap permohonan perubahan nama tersebut. Tetapi, pada sidang berikutnya, hakim tetap memutuskan juga perubahan nama itu setelah ada susulan kelengkapan syarat”.

MEMASUKI TERAS : Sinuhun PB XIV Hangabehi dan rombongan tampak sudah menginjakkan kaki di teras Masjid Cipta Sidi, setelah berjalan kaki sekitar 200 meter dari Pesanggrahan Langenharja. Jumatan bersama dilakukan Jumat (30/1/2026) siang tadi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Kami sangat menghormati putusan hukum itu. Tetapi kami akan melakukan langkah hukum perlawanan. Yaitu menggugat keputusan perubahan nama dari ‘KGPH P’ menjadi Sinuhun PB Empat Belas itu. Meskipun putusannya aneh karena tidak lazim bagi kraton, tetapi menurut kami jelas menimbulkan sengketa,” tandas KPH Edy Wirabhumi.

KPH Edy Wirabhumi yang mengabarkan beberapa hal di atas kepada iMNews.id, Kamis (29/1/2026) semalam, lebih lanjut menyebutkan, ada langkah lain selain gugatan perdata Gusti Moeng melalui lawyer Sigit Sudibyanto. Yaitu mengirim surat keberatan ke kantor Dukcapil Kota Surakarta, agar tidak merubah nama dalam KTP.

Perubahan nama dalam administrasi kependudukan, memang sangat mendasar sebagai bukti yang sah dan hak bagi setiap warga negara. Tetapi, hal perubahan nama itu bisa dilakukan, ketika sebelum dan sesudahnya tidak ada sengketa. Masalah asal-usul dan prosesnya harus bisa dibenarkan dan dipertanggungjawabkan secara “hukum”.

BERGILIRAN WUDHU : Sinuhun PB XIV Hangabehi menunggu gilirannya untuk wudhu di samping Masjid Cipta Sidi, Langenharjo. Saat itu, jamaah belum begitu banyak, karena kira-kira 15 menit kemudian masjid itu penuh warga yang shalat Jumat. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Sementara itu, menanggapi persoalan tersebut Sinuhun PB XIV Hangabehi menyebut bahwa persoalan hukum yang sudah berjalan di PN Surakarta itu biarlah berjalan bagaimana adanya. Dia menyatakan tidak punya kaitan dengan masalah itu, ketika ditanya para wartawan seusia shalat Jumat di Masjid Cipta Sidi, Langenharjo, tadi.

Jawaban singkat dan diplomatis Sinuhun PB XIV Hangabehi soal proses hukum perubahan nama “pesaingnya” di PN Surakarta itu, tidak berlanjut panjang-lebar. Dia memilih fokus untuk menjalankan ibadah shalat Jumat, siang tadi, dan lebih mengedepankan perhatiannya pada kondisi Masjid Cipta Sidi, Langenharjo, Sukoharjo.

Menurut Sinuhun Hangabehi, dari sejumlah masjid peninggalan para leluhur Dinasti Mataram yang dikunjungi, rata-rata perlu perhatian besar masalah kondisinya. Ada sejumlah masjid yang perlu segera direvitalisasi, tetapi ada pula masjid yang sudah mendapat perhatian pemerintah (direvitalisasi), misalnya Masjid Agung.

FOTO BERSAMA : Penampilan Sinuhun PB XIV Hangabehi yang murah senyum dan rendah hati, selalu menarik publik untuk mendekat, berkenalan, bersalaman dan foto bersama. Seusai shalat bersama, diakhiri foto bersama di teras Masjid Cipta Sidi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Dalam pandangannya, masjid Cipta Sidi kini tampak sudah layak untuk kegiatan ibadah, begitu pula Masjid Cipta Mulya di Pengging, Banyudana (Boyolali). Tetapi, agar pemanfaatannya lebih maksimal dan sisi ketahanan usianya bisa lebih panjang, menurutnya memang perlu juga direvitalisasi, bersamaan dengan yang sudah berjalan.

Masjid Cipta Sidi, adalah karya Sinuhun PB IX saat membangun Pesanggrahan di Desa Langenharjo saat bertahta di tahun 1861-1893. Kini, kompleks pesanggrahan itu masih eksis, bahkan sudah rampak indah setelah direvitalisasi. Lokasi pesanggrahan tempat deklarasi nama busana “Langenharjan” itu, sekitar 200 meter selatan masjid.

Lokasi pesanggrahan yang berada di tepi Bengawan Solo, dan menurut sejarawan Ki Dr Purwadi, dulu juga menjadi satu kompleks dengan bangunan dermaga. Pesanggrahan itu juga dilengkapi pelabuhan untuk lalu-lintas air dari dan menuju kraton atau ke kota lain, misalnya Madura. Lokasi pesanggrahan dan masjid, kini ada di satu desa.

SINGGAH SEJENAK : Pesanggrahan Langenharja makin menarik sebagai destinasi wisata spiritual kebatinan, disinggahi Sinuhun PB XIV Hangabehi sebelum shalat Jumat bersama di Masjid Cipta Sidi. Tak lupa, bersilaturahmi dengan Gusti Neno. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Siang tadi, Pesanggrahan Langenharja yang berada di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, menjadi titik kumpul Sinuhun PB XIV hangabehi dan rombongan sekitar 30-an orang. Tiba sekitar pukul 10.30 WIB, lalu berangkat bersama-sama berjalan kaki menuju Masjid Cipta Sidi untuk bershalat Jumat.

Di dalam rombongan, ada jajaran Bebadan Kabinet 2004 di antaranya Wakil Pengageng Sasana Wilapa (KP Siswantodiningrat), yang juga Ketua Pasipamarta. Selain KRT Suyono S Adiwijoyo (Ketua Harian Pakasa Cabang Ngawi) dan rombongan, tampak pula  adik Sinuhun Hangabehi yaitu KPH Bimo Djoyo Adilogo dan KRMH Boby Manikmoyo.

Di Masjid Cipta Sidi, tampak bergabung Kades Langenharjo, beberapa wakil unsur Forkopimcam Grogol dan warga sekitar ikut shalat Jumat. Selain para takmir masjid, banyak yang ingin bersalaman dan foto bersama. Usai shalat, Sinuhun PB XIV dan rombongan kembali ke pesanggrahan, sambil berjalan kaki penuh suka-cita. (won-i1)