Agar Perjalanan Spiritualnya Sampai Memetik Kembang Wijayakusuma
MAGELANG, iMNews.id – Pengurus dan warga Pakasa Cabang Magelang menggelar donga wilujengan di “ndalem wetan” dan Astana Pajimatan Paremono, Mungkid, Kabupaten Magelang, Kamis sore (15/1/2026). Donga wilujengan dimaksudkan berkait dengan tahapan akhir perjalanan spiritual Sinuhun PB XIV Hangabehi untuk jumenengan nata.
“Kalau dari kalangan pengurus Pakasa, kemarin ada 20-an ditambah mahasiswa pascasarjana sejarah UNY jadi sekitar 35 orang. Warga sekitar Astana Pajimatan Paremono juga banyak. Intinya, mendoakan Patih Sindureja I dan Kyai Karotangan serta Sinuhun PB XIV Hangabehi,” ujar KRAT Bagiyono Rumeksodiningrat, siang tadi.

Ketua Pakasa Cabang Magelang itu saat dimintai konfirmasi iMNews.id, lebih lanjut menyebutkan, warga Pakasa Cabang Magelang gembira dan bangga menjalankan tugas menggelar donga wilujengan itu. Karena, tokoh leluhur Dinasti Mataram yaitu Patih Sindureja dan Ki Ageng Karotangan bersemayan di Astana Pajimatan Paremono, Mungkid.
Menurut Ketua Lokantara Pusat (Jogja) Ki Dr Purwadi, kedua tokoh di atas sangat berjasa atas jumenengnya Sinuhun Amangkurat Amral di tahun 1677. Patih Sindureja I sukses memimpin utusan-dalem, memetik kembang Wijayakusuma ke Pulau Nusakambangan. Tradisi memetik bunga syarat jumenengan nata itu, juga diteladani Sinuhun PB II.

Tak hanya Ki Dr Purwadi, riwayat senada juga ditegaskan KP Budayaningrat (dwija Sanggar Pasinaon Pambiwara). Perjalanan spiritual memetik kembang Wijayakusuma, menurutnya sudah menjadi syarat oleh setiap Raja Mataram yang akan jumeneng nata. Patih Sindureja I, diteladani patih keturunannya saat jumeneng nata Sinuhun PB II.
KRAT Bagiyono menyebutkan, donga wilujengan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam Patih Sindureja I, Kyai Karotangan dan Kyai Jomblang. Donga dan tahlil yang dipimpin KRT Suwardi Hadinegoro itu, terutama mendoakan Sinuhun PB XIV Hangabehi, yang diharapkan juga bisa mendapatkan kembang Wijayakusuma, syarat jumenengan. (won-i1)
