Mengedukasi Publik Tentang Lokasi Penting Leluhur Dinasti Mataram
JOGJA, iMNews.id – Setelah kagungan-dalem Masjid Agung dan Masjid Ki Ageng Henis (Laweyan), perjalanan spiritual religi dan kebatinan Sinuhun PB XIV Hangabehi sampai di Masjid Agung Kutha Gedhe, Jogja, Jumat (9/1/2025) siang tadi. Ia diikuti 40-an rombongan Kraton Mataram Surakarta dan 100-an abdi-dalem shalat Jumat di situ.
KP Siswantodiningrat (Ketua Pasipamarta) selaku Wakil Pengageng Sasana Wilapa membenarkan hal tersebut saat dimintai konfirmasi iMNews.id, sore tadi. Disebutkan, ada sekitar 40-an rombongan utusan-dalem terdiri dari berbagai elemen mengikuti perjalanan spiritual Sinuhun PB XIV Hangabehi di Masjid Agung Kutha Gedhe.

“Kalau rombongan utusan-dalem dari kraton, ada sekitar 40-an orang. Dari beberapa elemen yang ada. Mulai Bebadan Kabinet 2004, Pasipamarta dan sebagainya. Dari abdi-dalem juru-kunci Astana Pajimatan Kutha Gedhe, juga banyak tadi. Apalagi juga ada abdi-dalem luar daerah dan warga setempat,” ujar KP Siswantodiningrat.
Agenda perjalanan spiritual religi berupa shalat Jumat itu, tampak diikuti sejumlah elemen Senapati Mataram dan warga dari luar daerah yang justru datang ikut mendoakan. Ki Dr Purwadi menyebut, ada rombongan banyak dari Jogja yang berlatarbelakang Budha dan Kristen ikut datang ingin mendoakan Sinuhun Hangabehi.

Seperti shalat Jumatan sebelumnya, begitu keluar dari Masjid Agung, Sinuhun PB XIV Hangabehi langsung disambut warga yang ingin bersalaman dan berfoto bersama. Tak terkecuali para awak media yang langsung mencoba mewawancarai. Dengan ramah dan singkat, Sinuhun menyatakan kedatangannya hanya untuk shalat Jumat di masjid leluhur.
Perjalanan spiritual Sinuhun PB XIV Hangabehi, di satu sisi tampak sekali sisi religinya yang ditekuni sebagai isyarat simbolik pemimpin Mataram Islam. Di sisi lain, lokasi masjid yang dikunjungi, adalah punya nilai sejarah para leluhur Dinasti Mataram. Yaitu Masjid Agung Surakarta, Laweyan dan Kutha Gedhe (Jogja).

Menurut Ki Dr Purwadi, Masjid Agung Kutha Gedhe adalah peninggalan Raja ke-1 Kraton Mataram Islam yaitu Sinuhun Panembahan Senapati. Masjid itu dibangun pada tahun 1546 oleh raja pertama sekaligus pendiri Dinasti Mataram itu. Ia sempat menyerahkan buku “Babad Paku Buwana XIV Hangabehi” kepada “patenggan masjid”.
Lokasi masjid leluhur Dinasti Mataram yang dikunjungi untuk shalat Jumat, disebut hanya berdasar spontanitas dari Sinuhun PB XIV Hangabehi sendiri. Baik Ki Dr Purwadi dan KP Budayaningrat menyebut, masih ada perjalanan spiritual atau “laku batin” lain yang pernah menjadi syarat jumeneng nata, yaitu memetik Wijayakusuma. (won-i1)
