Dalam Prosesi, Sinuhun PB XIV Hangabehi Berjalan Bersama Menu Masjid Agung

  • Post author:
  • Post published:December 26, 2025
  • Post category:Regional
  • Reading time:3 mins read
You are currently viewing Dalam Prosesi, Sinuhun PB XIV Hangabehi Berjalan Bersama Menu Masjid Agung
MENUJU MASJID : Perjalanan spiritual Sinuhun PB XIV Hangabehi bersama ratusan pengawalnya para sentana dan abdi-dalem, baru melewati halaman kamandungan saat berangkat menuju Masjid Agung dalam prosesi Jumatan terakhir, siang tadi.(foto : iMNews.id/Dok)

Dikawal Ratusan Abdi-dalem yang Hendak Merayakan HUT ke-94 Pakasa

SURAKARTA, iMNews.id – Kraton Mataram Surakarta mengukir sejarah pada proses pergantian tahta di tahun 2025, dari Sinuhun PB XIII kepada putra tertuanya Sinuhun PB XIV Hangabehi. Karena, keberangkatannya menjalani shalat Jumat terakhir (26/12), dilakukan dalam prosesi adat dan dikawal ratusan sentana dan abdi-dalem.

Pada kesempatan wajib shalat 7 kali di kagungan-dalem Masjid Agung untuk jumeneng nata sebagai Sinuhun PB XIV hingga yang terakhir, Jumat (26/12) tadi, menjadi puncak “perjalanan spiritual” KGPH Hangabehi. Karena, ibadah syarat wajib untuk jumeneng nata sebagai Sinuhun PB XIV, dilakukan dalam protokol prosesi adat penuh.

PROTOKOL PROSESI : Pada Jumatan terakhir dari tujuh Jumat sebagai syarat jumeneng nata sampai Jumat (26/12) siang tadi, menggunakan protokol prosesi penuh sebagai Sinuhun PB XIV Hangabehi sedang tiba di timur Pasa Klewer menuju Masjid Agung.(foto : iMNews.id/Dok)

Ada 500-an sentana-dalem dan abdi-dalem dari berbagai elemen masyarakat adat Kraton Mataram Surakarta, mengikuti dan mengawal Sinuhun PB XIV Hangabehi dari halaman depan Bangsal Smarakata. Semua peserta prosesi adat lampah-lampah menuju Masjid Agung, dijalankan dengan tertib, berangkat dari kraton pukul 10.45 WIB.

Dalam prosesi berjalan kaki bersama, Sinuhun PB XIV Hangabehi dinaungi “songsong” khusus untuk protokol raja yang dilakukan oleh KRT Rawang Gumilar Lebdodipuro. Dari depan, semua tampak mengenakan busana adat serba putih yang khas upacara adat spiritual religi, begitu pula Sinuhun PB XIV yang mengenakan stelan “serba putih”.

JUMATAN TERAKHIR : Sinuhun PB XIV Hangabehi didampingi beberapa tokoh jajaran Bebadan Kabinet 2004 (KPP Haryo Sinawung) dan Ketua Pakasa Kota Bekasi (KRA Joko Murdianto) serta ratusan sentana dan abdi-dalem pada Jumatan terakhir, siang tadi.
(foto : iMNews.id/Dok)

Jumatan ketujuh atau terakhir sesuai syarat yang disarankan Maha Menteri KGPH Tedjowulan selaku pejabat ad-unterim “Plt” Sinuhun, untuk meneladani Sinuhun PB X saat hendak jumeneng nata pada tahun 1893. Saat Jumatan tadi, begitu banyak yang mengawal, sebagian besar dari abdi-dalem 19 cabang Pakasa dari beberapa provinsi.

Bagi elemen Pakasa cabang, kesempatan Jumatan bersama terakhir tadi siang menjadi kesempatan penting dan bermakna. Karena, perjalanan spiritual mengawal syarat wajib Sinuhun PB XIV Hangabehi itu, sekaligus sebagai pemanasan untuk memasuki kegiiatan peringatan HUT ke-94 Pakasa yang dibuka malam ini di Pendapa pagelaran.

SELALU DINANTI : Keluarnya Sinuhun PB XIV Hangabehi dari menjalankan ibadah shalat Jumat terakhir, siang tadi, seperti biasa sudah ditunggu warga yang sama-sama shalat Jumat untuk bersalaman dan berfoto bersama di topengan Masjid Agung. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Oleh sebab itu, jumlah yang mengawal dan mengikuti shalat Jumat terakhir di Masjid Agung siang tadi bisa 500-an jumlahnya. Karena, banyak cabang Pakasa yang sudah membawa kontingn untuk ikut merayakan peringatan HUT. Mengingat, malam ini ada pentas seni sajian cabang-cabang dan upacara pembukaan oleh pengurus Pakasa Punjer.  

Namun, selain abdi-dalem dari Provinsi Jateng, Jatim, Jabar (Pakasa Kota Bekasi) dan Bali (Pakasa Denpasar), para abdi-dalem yang mengawal Jumatan terakhir juga dikerahkan dari warga Pasipamarta. KP Siswantodiningrat hadir selaku Ketua Pasipamarta, juga mewakili unsur jajaran “Bebadan” karena Wakil Pengageng Sasana Wilapa.

“PAWANG HUJAN” : Kehadiran KRRA Panembahan Didik Alap-alap Gilingwesi Singonegoro mengikuti shalat Jumat terakhir dan pembukaan HUT ke-94 Pakasa, sampai mengajukan “cuti” ke rumah sakit, karena juga mendapat tugas sebagai “pawang hujan”. (foto : iMNews.id/Dok)

Dari kalangan sentana dan abdi-dalem garap jajaran Bebadan Kabinet 2004, banyak yang ikut mendukung perjalanan spiritual, mulai dari prosesi keberangkatan hingga kembali ke kraton. KPH Edy Wirabhumi juga tampak, dan sempat diwawancarai para wartawan. Di situ ditegaskan, Sinuhun KGPH Hangabehi hanya ingin menjalankan ibadah. (won-i1)