Menara Tertinggi di Pulau Jawa Abad 17, Kini Kalah oleh Hotel
SURAKARTA, iMNews.id – Proyek revitalisasi bangunan sakral Panggung Sangga Buwana setinggi 30 meter, petang tadi diresmikan Kemenbud Fadli Zon dan secara resmi diserahkan kepada kraton. Bersamaan itu, revitalisasi ruang display Museum Kraton Mataram Surakarta juga dinyatakan selesai dan dilanjutkan lagi tahap berikutnya.

“Panggung Sangga Buwana disebut sebagai pusat peradaban yang membuat Kraton (Mataram) Surakarta sebagai pusat budaya, edukasi dan pusat kosmologi atas, menengah dan bawah. Keberadaannya sebagai bagian dari cagar budaya sangat penting. Oleh sebab itu, upaya pelestariannya sangat mendapat perhatian pemerintah”.

“Kami berharap, setelah revitalisasi Panggung Sangga Buwana ini, kraton semakin dikenal luas yang meningkatkan ketertarikan masyarakat luas untuk berkunjung ke kraton. Salah satu bangunan yang ikonik, yaitu tertinggi di Pulau Jawa di abad 17, akan semakin menjadi daya tarik kunjungan wisata dari dalam dan luar negeri”.

Beberapa hal penting itu ditegaskan Kemenbud Fadli Zon saat memberi smabutan peresmian selesainya revitalisasi Panggung Sangga Buwana, di halaman dan Bangsal Marcukunda, persis berhadapan dengan menara ikonik khas kraton itu. Dimulainya upacara persemian molor lebih 60 menit, karena pesawat Fadli Zon dari Jakarta kena delay.

Sebelum sambutan, tandatangan prasasti dan foto bersama di depan Panggung Sangga Buwana, persemian juga ditandai dengan laporan Maha Menteri KGPH Tedjowulan selaku “Plt” Sinuhun. Peresmian dihadiri beberapa pejabat ditjen Kemenbud, BP3 Wilayah X Jateng-DIY, Wali Kota Surakarta Respati Ardi dan anggota “Tim Lima” lengkap.
Sementara, tuan rumah tampak Sinuhun PB XIV Hangabehi, Gusti Moeng (Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa LDA), GKR Ayu Koes Indriyah, KGPH Madu Kusumonagoro, KPH Edy Wirabhumi (Pimpinan Eksekutif LHKS) dan para pimpinan jajaran Bebadan Kabinet 2004 dan beberapa undangan. Dari pihak KGPH Purubaya tak ada yang tampak petang tadi.

Perihal tidak tampaknya KGPH Purubaya dan yang mewakili hadir di acara persemian itu, dijelaskan panjang-lebar oleh KPH Edy Wirabhumi. Menurutnya, kedua pihak diundang Maha Menteri KGPH Tedjowulan. Karena, posisi pengundang adalah “Plt” Sinuhun, sehubungan posisi itu “masih kosong”, tetapi Bebadan Kabinet 2004 masih eksis.

“Jadi, sebenarnya peresmian revitalisasi ini semula direncanakan di museum. Karena kemarin ada insiden penggembokan, maka dipindah ke sini (Bangsal Smarakata). Tetapi viewnya malah tampak indah. Soal ada pihak yang tidak hadir, kami tidak tahu. Yang jelas, semua diundang Maha Menteri KGPH Tedjowulan,” ujar KPH Edy menjawab pertanyaan para wartawan. (won-i1)




