Pakasa Cabang Pacitan Juga Gelar Wilujengan Peringatan HUT ke-94 Pakasa
KUDUDS, iMNews.id – Pengurus Pakasa Cabang Kudus kini sedang mencari keberadaan seorang pemulung yang sedang beruntung, karena mendapat rezeki biaya ibadah umroh. Saat memulung plastik di ajang “arisan umroh” yang digelar di kantor sekretariat Pakasa di Desa Gondangmanis, Kecamatan Kota, pemulung itu juga mendapat “uang”.
Beberapa lembar “uang” pecahan Rp 50 ribu yang diberikan kepada pemulung itu, adalah sisa dari yang sudah dibagikan KRRA Panembahan Didik Singonegoro kepada 90-an warga Pakasa yang hadir. Mereka semua, adalah warga cabang sekaligus santri Majelis Taklim Alap-alap Gilingwesi yang mengikuti wilujengan, Jumat subuh (12/12).

“Sampai sekarang saya masih minta tolong pengurus dan anggota untuk mencari pemulung itu. Karena, nomer seri pada semua uang Rp 50 ribuan yang didapat semua anggota yang hadir, tidak satupun cocok dengan yang saya umumkan. Maka saya yakin, nomer itu ada di lima lembar Rp 50-an ribu yang diterima pemulung itu”.

“Tetapi saya kurang memperhatikan ciri-ciri yang saya beri sisa lima lembar Rp 50-an ribu itu. Karena dia baru belakangan muncul, dan sibuk memungut plastik bekas minuman. Saya sendiri juga segera sibuk utusan yang lain. Para pemulung yang langanan lewat depan rumah, pagi hingga sore bergantian,” ujar KRRA Panembahan.

KRRA Panembahan Didik Alap-alap Gilingwesi Singonegoro (Ketua Pakasa Cabang Kudus) saat dihubungi iMNews.id, Minggu siang (15/12) menambahkan, hingga kini semua orang yang dimintai tolong melacak pemulung itu belum mendapatkan hasil. Sangat diyakini, pemulung itu tak memperhatikan pengumuman “arisan berhadiah umroh” itu.

Disebutkan, pihaknya masih menunggu informasi dari pemulung yang diyakini menerima lembaran uang yang nomer serinya cocok dengan nomer yang diundi saat arisan itu. Arisan berhadiah ibadah umroh, adalah salah satu bentuk misi majlis taklim di kalangan santri dan warga Pakasa cabang, yang sudah berjalan tiap tahun sejak lama.

“Pencarian dan pencocokan nomer seri dengan nomer yang diundi, ada batas waktunya. Setidaknya seminggu. Kalau dalam seminggu ketemu orangnya dan menyatakan siap berangkat, akan kami urus pembuatan paspornya. Tetapi kalau tidak siap, akan kami batalkan. Dananya akan kami salurkan ke yayasan panti sosial,” jelasnya.
Berkait dengan arisan berhadiah umroh, beberapa bulan lalu juga ada warga Pakasa yang mendapatkannya dan sudah menunaikan ibadah. Yang bersangkutan, meninggal beberapa waktu setelah tiba di rumah. Kemarin, donga wilujengan yang digelar Pakasa juga mendoakan tiga warga Pakasa yang berangkat umroh, atas biaya pribadi.

Ketiganya mendoakan Sinuhun PB XIV Hangabehi dan untuk 40 hari wafat Sinuhun PB XIII. Hal serupa juga dilakukan Pakasa Cabang Bhumi Wengker Pacitan, bersamaan donga wilujengan peringatan HUT ke-94 Pakasa Punjer dan HUT ke-1 Pakasa cabang yang digelar, Minggu (14/12). Peringatan HUT dihadiri seluruh pengurus cabang. (won-i1)




