Bazar Aneka Produk Maleman Sekaten, Semalam Dibuka Gusti Moeng

  • Post author:
  • Post published:September 17, 2022
  • Post category:Regional
  • Reading time:3 mins read

Lahan Pasar Malam Sudah “Dijual” Pihak Lain Rp 1,4 M

SURAKARTA, iMNews.id – Lahan yang biasanya digunakan untuk menggelar pasar malam pemeriah ritual Sekaten atau “Maleman Sekaten” di kawasan Alun-alun Lor, sudah dijual oleh pihak lain ketika Lembaga Dewan Adat hendak memulai memanfaatkan sebagian dari kawasan Kraton Mataram Surakarta untuk mengakomodasi kegiatan ekonomi masyarakat setelah prokes Covid 19 dilonggarkan setelah “libur” 2 tahun akibat pandemi Corona. GKR Wandansari Koes Moertiyah selaku Ketua LDA bahkan baru tahu, tak hanya lahan di kawasan Alun-alun Lor saja yang dijual, melainkan termasuk kawasan Alun-alun Kidul (Alkid) dijual dalam satu paket senilai Rp 1,4 M oleh oknum dari orang dekat Sinuhun PB XIII pada tahun 2020.

“Ya, baru kemarin ketika kami mau melayani untuk kegiatan bazar enaka produk di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa itu, kami tahu bahwa lahan Alun-alun Lor di luar Pendapa Pagelaran, juga termasuk kawasan Alkid, sudah dijual satu paket Rp 1,4 M. Bahkan dijual tahun 2020 lalu, karena sedianya untuk Maleman Sekaten di tahun pertama pandemi Corona melanda Tanah Air itu. Tetapi batal, akan dilaksanakan sekarang. Terus kita bersepakat mencari jalan tengah, agar kerjasama bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang,” jelas Gusti Moeng menjawab pertanyaan iMNews.id sesuai upacara pembukaan bazar Maleman Sekaten 2022 yang digelar di Pendapa Pagelaran, tadi malam.

Bazar yang diikuti 60-an pedagang aneka produk yang sudah menempati stand di dalam Pendapa Pagelaran, saat dibuka resmi semalam (16/9/2022) baru 2/3 yang membuka usaha dagangnya. Meski begitu, kegiatan promo, pameran dan dagang aneka produk yang secara resmi dibuka dengan doa wilujengan dan pengguntingan pita bersama-sama oleh Gusti Moeng, KGPH Mangkubumi dan wakil dari panitia pelaksana itu, langsung diserbu pengunjung.

Dalam sambutannya, Gusti Moeng menyampaikan terima kasih sekaligus meminta maaf kepada semua peserta bazar karena fasilitas yang tersedia untuk kegiatan bazar belum sepenuhnya memenuhi harapan, terutama ketersediaan tenaga listrik. Tetapi diharapkan, dengan suasana pandemi yang sudah ada tanda-tanda akan berakhir di Tanah Air dan kesempatan penyelenggaraan ritual untuk peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW mulai tahun ini, ada kebersamaan untuk menggerakkan roda perekonomian di tingkat bawah, sebagai upaya ikut memulihkan situasi dan kondisi ekonomi nasional.

Bazar yang dibuka Gusti Moeng semalam, akan berakhir tanggal 16 Oktober, bersamaan dengan seluruh kegiatan Maleman Sekaten yang berlangsung di lahan kawasan Alun-alun Lor dan kawasan Alkid yang sudah terdengar gegap-gempita suara sound-systemnya mulai tadi malam. Meski belum semuanya terisi atau memulai kegiatannya, tetapi dari stand-stand yang ada di Alun-alun Lor sudah terbagi menjadi zona hiburan khas Sekaten hingga halaman kagungandalem Masjid Agung seperti Maleman Sekaten yang rutin terjadi sebelum pandemi, sedangkan zona hiburan musik dangdut dipisahkan dalam satu zona menenpati Alun-alun Kidul yang begitu luas. (won-i1)