Kur’an Jawi Dicetak Dalam Jumlah Terbatas, Baru 41 Pihak yang Mendapatkannya

  • Post author:
  • Post published:July 30, 2022
  • Post category:Regional
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:6 mins read

Prof Dr KH Nasyroh Bacakan Narasi Proses Penerbitannya

SURAKARTA, iMNews.id – Penyerahan buku tafsir Alqur’an dengan bahasa Jawa atau kagungandalem Kur’an Jawi penerbitan perdana sekaligus cetakan perdana dari Kraton Mataram Surakarta melalui Lembaga Dewan Adat (LDA) kepada 41 pihak elemen LDA, menjadi aktivitas yang memaknai upacara adat menyambut datangnya Tahun Baru Jawa Ehe 1956 di malam 1 Sura, yang digelar LDA di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, Jumat malam 929/7). Dalam waktu bersamaan mulai sekitar pukul 19.00 WIB, ritual menyambut 1 Sura juga digelar Kadipaten atau Pura Mangkunegaran dengan prosesi kirab pusaka yang untuk kali pertama dilepas KGPAA Mangkunagoro (MN) X dalam sebuah upacara adat yang digelar di Pendapa Agung Pura, semalam.

Ada agenda yang digelar LDA di malam 1 Sura, Jumat malam 29/7, yaitu doa wilujengan yang diteruskan tahlil, dzikir dan salawat Sultanagungan untuk khol atau haul memperingati wafatnya Sinuhun ingkang Minulya lan ingkang Wicaksana Paku Buwana (PB) X, kemudian diteruskan dengan doa wilujengan menyambut datang Tahun Baru Jawa Ehe 1956 sampai menjelang pukul 00.00 WIB. Di tengah-tengah dua agenda ritual penting itu, diisi peluncuran sekaligus penyerahan penerbitan Kur’an Jawi cetakan perdana yang terbatas jumlahnya, dari LDA kepada 41 pihak/lembaga yang mewakili elemen-elemen di jajaran spiritual religi di lingkungan Kraton Mataram Surakarta.

BACAKAN NARASI : Prof Dr KH Nasyroh seorang trah darahdalem Sinuhun PB V, membacakan narasi yang melatarbelakangi penerbitan tafsir Kur’an Jawi pada acara tugur dan wilujengan ¬†menyambut 1 Sura Tahun Baru Jawa Ehe 1956 yang digelar LDA di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, Jumat malam (29/7).(foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Diawali dengan pembacaan surat Alfatekhah dari Kur’an Jawi yang dilakukan Gusti Moeng selaku Ketua LDA sekaligus Pengageng Sasana Wilapa sebagai penanda peluncurannya, dilanjutkan dengan membagi-bagikan buku tafsir Kur’an Jawi itu kepada 41 perwakilan kelembagaan di bidang agama yang tersebar di sejumlah daerah. Di antara 41 elemen penerima cetakan perdana Kur’an jawi itu, adalah utusan abdidalem dari Majid Kutha Gedhe (DIY), utusan dari Masjid Imogiri (Bantul-DIY), utusan Masjid Ki Ageng Sela (Kabupaten Grobogan), Masjid Ki Ageng Henis (Laweyan-Surakarta), Masjid Ciptasidi (Langenharjo-Sukoharjo), Masjid Cipyamulya (Pengging-Boyolali), Masjid Butuh (Plupuh-Sragen), Masjid Kraton Kartasura dan sebagainya.

Selaku koordinator tim editor, abdidalem Kanca Kaji KRT Ahmad Faruq Reksobudoyo MFil.I terlebih dulu menyerahkan karya produksinya kepada Gusti Moeng selaku Ketua LDA, dan guru besar IAIN Gresik Prof Dr KH Nasyroh yang mendahului dengan membacakan narasi proses terciptanya tafsir Alqur’an berbahasa Jawa atau Kur’an Jawi hingga terwujud dalam bentuk cetakan dan diterbitkan serta diluncurkan. Dalam proses dari pengumpulan materi di tahun 2016 hingga terwujud peluncurannya, tim editor juga dilengkap tim Wedana Renggan yang tugasnya antara lain mengkreasi bentuk dan wujud fisik Kur’an Jawi.

UCAPAN SELAMAT : KRAT Hendri Rosyad Reksodiningrat memperlihatkan buku tafsir Kur’an Jawi milik abdidalem jurusuranata MNg Irawan Wijaya Pujodiprojo, sambil mengucapkan selamat atas penerbitan dan peluncuran tafsir Alqur’an berbahasa Jawa yang digelar LDA di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, Jumat malam (29/7). (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Kagungandalem Kur’an Jawi Kraton Surakarta Hadiningrat punika, mujudaken satunggaling terjemah tuwin tapsir Alqur’an ingkang binasa-jawekaken menggah kang kalampah wonten ing Kraton Surakarta Hadiningrat. Pustaka punika mawujud awit jinurung saking gegayuhan supados mangertosi makna tuwin murading Alqur’an kadosdene ingkang dipun sabdaaken dening Sinuhun PB IV wonten ing Serat Wulangreh, Sinuhun PB IX wonten ing Kidung Sesingir, saha Sinuhun PB X ing Serat Rerepen. Awit saking anuhoni dhawuhdalem kalawau, …….,” demikian bunyi sebagian narasi yang dibacakan Prof Dr KH Nasyroh yang mengantar peluncuran dan penyerahan buku tafsir Kur’an Jawi, malam itu.

Dalam sambutannya, Gusti Moeng selaku Ketua LDA menjelaskan bahwa lahirnya tafsir Alqur’an dalam bahasa Jawa atau Kur’an Jawi itu sudah lama dimulai tim, tetapi baru bisa terwujud sekarang ini. Secara keseluruhan sudah dilengkapi kekurangan-kekurangannya seperti disebutkan tim editor dan Prof Dr KH Nasyroh, tetapi belum bisa dicetak banyak. Yang sudah terwujud ini, diutamakan untuk elemen-elemen sesuai fungsi kraton di bidang keagaman, yaitu kalangan pengurus masjid yang memiliki kaitan sejarah dengan Kraton Mataram Surakarta.

LEPAS PROSESI : Untuk kali pertama sejak upacara penobatan sebagai KGPAA Mangkunagoro X beberapa bulan lalu, SP MN X melepas prosesi kirab pusaka menyambut 1 Sura Tahun Baru Jawa Ehe 1956 yang digelar di topengan Pendapa Agung Pura, Jumat malam (29/7). (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Dalam kesempatan itu, KPH Edy Wirabhumi selaku Pangarsa Punjer Pakasa juga menyela memberi sambutan, terutama yang menyangkut sebutan “Kur’an Jawi”, agar tidak diterima dengan persepsi yang salah, karena itu hanya tafsir Alqur’an yang dialihbahasakan dalam Bahasa Jawa. “Jadi bukan aksara dari ayat-ayat Alqur’an yang diganti dengan huruf Jawa. Wah… kalau itu bisa menimbulkan masalah besar. Jadi hanya tafsirnya saja. Itupun sudah diinisiasi oleh Sinuhun PB IV, PB IX dan PB X. Yang menjalankan, ya ahli-ahli pada zaman itu,” tunjuknya.

Sebagai salah seorang cicit abdidalem jurusuranata yang dulu pernah bertugas di kagungandalem Masjid Kepatihan di zaman Sinuhun PB X (1893-1939), KRAT Hendri Rosyad Reksodiningrat menyatakan gembira dan menyambut baik diterbitkannya Kur’an Jawi. Meski hanya dalam bentuk tafsirnya, tetapi diyakini akan mempermudah warga peradaban Jawa dan di lingkungan masyarakat adat, untuk mempelajari makna ayat-ayat suci yang terkandung dalam Alqur’an. “Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan selamat Tahun Baru Jawa Ehe 1956 tepat tanggal 1 Sura ini, sekaligus Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah tepat 1 Muharam ini,” ucap KRAT Hendri yang ditemui iMNews.id di acara itu. (won-i1).

Leave a Reply