Selasa, 30 November 2021
Regional Hari Keenam Kerjabhakti Resik-resik Keraton Masih di Zona Utara

Hari Keenam Kerjabhakti Resik-resik Keraton Masih di Zona Utara

Baca Juga

Istana Maimun Medan Akan Dikembalikan Menjadi Ikon Kota

Dikunjungi Ketua DPD RI dan Disaksikan Ketua MAKN MEDAN, iMNews.id – Ketua DPD RI AA LaNyala Mahmud Mattalitti yang belakangan...

Pekan Seni dan Ekonomi Kreatif Jadi Ciri Peringatan 90 Tahun Pakasa

Didirikan Sinuhun PB X, Sebagai Embrio Demokrasi SOLO, iMNews.id - Pekan Seni dan Ekonomi Kreatif akan digelar Lembaga Dewan Adat...

Kerja-Bhakti Resik-resik Alun-alun dan Pagelaran, Awali HUT 90 Tahun Pakasa

Para Sesepuh Ajak KGPH Mangkubumi Pimpin Adik-adiknya Bergabung SOLO, iMNewsid – Setelah berhenti ketika memasuki Lebaran 2021 dan beristirahat beberapa...
~Pariwara~

Minggu Besok, Disumbang Pasukan dari Perindo dan Pemuda Pancasila

SOLO, iMNews.id – Menginjak hari kelima, Sabtu (27/3) tadi siang, kegiatan kerjabhakti resik-resik lingkungan keraton dalam gerakan #Lestarikan Keraton 2021, masih merambah zona yang sama dari empat hari sebelumnya, yaitu zona utara. Zona yang meliputi pintu masuk Gladag, Alun-alun Lor hingga kompleks Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa dan kompleks Sitinggil Lor, masih menjadi fokus objek kerjabhakti dan akan dituntaskan dulu sampai detil.

”Dalam seminggu sampai hari Minggu besok, ‘kan efektif hanya enam hari. Karena Jumat kemarin, kerjabhakti ditiadakan. Karena hari pendek biasanya tidak efektif. Sampai akhir minggu besok, masih difokuskan di zona utara, sampai tuntas. Mudah-mudahan dalam beberapa hari lagi selesai”.

Tapi tidak termasuk perbaikan teknis seperti lampu penerangan yang mati, tembok pagar yang retak, gapura yang kusam. Karena, itu perlu tenaga teknis yang profesional,” ujar KPH Edy Wirabhumi selaku koordinator kerjabhakti resik-resik lingkungan keraton, menjawab pertanyaan iMNews.id, tadi siang di sisi timur Pendapa Pagelaran.

PASANG SPANDUK : Memasuki hari kelima gerakan kerjabhakti resik-resik keraton tadi siang, mulai dipasang spanduk bertuliskan larangan buang sampah, umbul-umbul simbol relawan gerakan #Lestarikan Keraton dan pengecatan pembatas antara trotoar dan taman.(foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Bidang alun-alun yang luas, kira-kira dua kali lapangan sepak bola, memang butuh tenaga cukup dan peralatan pendukung yang cukup pula, untuk segera menuntaskan bagian dari wajah keraton di pintu masuk utara itu. Terlebih, karena sudah empat tahun disewa Pemkot senilai Rp 2,5 M/tahun, untuk keperluan relokasi para pedagang Pasar Klewer, karena pasar kena musibah kebakaran sekitar 4 tahun silam.

Tadi siang, lingkungan di sekitar gapura Gladag sudah nampak bersih, walau belum sempurna karena masih ada bagian-bagian yang harus selesaikan secara teknis. Di titik lokasi itu, ada sekitar 50-an warga generasi muda Pakasa dan beberapa cabang yang memasang umbul-umbul identitas gerakan #Lestarikan Keraton, pengecatan sisi pembatas jalan dan meneruskan pemangakasan ranting-ranting pohon beringin yang berjajar di kanan kiri jalan pintu masuk utara itu.

JUMLAHNYA BANYAK : Karena jumlah pohon beringin yang menghias kanan-kiri jalan di pintu masuk utara dari perempatan Glada cukup banyak, pemangkasan terus dilakukan sampai hari kelima kerjabhakti resik-resik keraton tadi siang. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kerjabhakti resik-resik juga diikuti sebagian pengelola kios-kios cinderamata di seputar pintu masuk Alun-alun Lor, karena ada kabel listrik dan telepon yang tersangkut ranting pohon dan atap kios. Di sisi selatan alun-alun hingga kompleks Sitinggil, para warga Pakasa dari Ranting Prambanan, Karanganom dan Delanggu Cabang Klaten, dari kemarin hingga siang tadi bergiliran ikut kerjabhakti.

”Kula sampun nunggu-nunggu, pengin sowan dateng kraton. Niki malah keleresan enten kerjabhakti, malah remen kula, saget sowan. Saget nderek resik-resik,” ujar Suyatmi (67) yang dibenarkan Yatinah (63), teman serombongan dari Desa Kebonarum, Prambanan, Klaten, menjawab pertanyaan iMNews.id.

MENGELUPAS SISA CAT : Sejumlah anggota generasi muda Pakasa dari sejumlah cabang di Solo Raya, diarahkan KPH Edy Wirabhumi untuk mengelupas sisa cat lama permukaan dinding tembok pembatas kompleks Sitinggil Lor, untuk diganti dengan cat baru. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Demikian pula yang disampaikan MNg Prapto Prasetyo dan Sukiran dari Pakasa Ranting Delanggu. Rombongannya berjumlah 20-an orang, datang dengan berbagai peralatan tradisional berupa arit dan sapu, ikut bersemangat bersih-bersih di kompleks Sitinggil Lor. Lokasi itu perlu dituntaskan kebersihannya, mengingat tebalnya debu yang tertimbun selama 4 tahun-an, kusamnya wajah hampir semua bangunan, serta rimbunnya pepohonan yang perlu dipangkas bergiliran, satu persatu.

”La wong namung ajeng kerjabhakti melu resik-resik kok enggih didakwa neka-neka. Mriki niki lak asring kangge wungon, wisata spiritual, paling mboten saben Kamis dalu. Niku lak kebiasaane tiang Jawi, yen nyenyuwun dateng Ingkang Maha Agung, kanthi sarana kapitadosanipun tiang Jawi”.

”La yen enggene reget terus diresiki, lak dados sae ta. Ingkang sami rawuh wungon, lak dados sekeca ing manah,” ujar KRAT Reksonagoro, salah seorang abdidalem dari Kantor Pengageng Kusuma Wandawa, yang menyebutkan akan ada pasukan dari Pengurus Pemuda Pancasila (PP) Solo untuk ikut kerjabhakti, mulai Minggu besok.

DEDAUNAN DAN RANTING : MNg Prapto Prasetyo berusaha membakar dedaunan dan ranting yang habis dipangkas dari sejumlah pohon langka yang tumbuh di seputar kompleks Sitinggil Lor, karena tidak terangkut oleh keterbatasan armada pengangkut sampah yang ada, tadi siang.(foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Pakasa Cabang Klaten, karena anggotanya cukup banyak dan tidak jauh dari Solo, tiap hari mengirim pasukannya rata-rata 30-an orang, digilir tiap ranting. Dan karena Ketuanya, KRA Probonagoro sering sibuk mengatur kegiatan Pakasa, fungsionaris lain seperti KRAT Sunusmo Sumarnodiningrat (Sekretaris), KRAT Tarudiningrat dan KRT Kardjodiningrat (Bendahara) mendapat tugas giliran memimpin pasukan cabang untuk ikut kerjabhakti.

LANDASAN MERIAM : Seorang di antara rombongan Pakasa Ranting  Prambanan Cabang Klaten yang sudah tampak berumur, mengulang untuk menyapu pandasan meriam pusaka yang berada di depan kompleks Sitinggil Lor, dalam kerjabhakti resik-resik keraton tadi siang. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

”Saya dengar, Minggu besok akan ada bantuan 30-an orang tenaga dari elemen di sekitar Sinuhun (PB XIII). Karena, Gusti Moeng selaku Ketua LDA ‘kan mengajak semua pihak bergabung. Itu bagus. Ini ‘kan kerjabhakti untuk menyelamatkan keraton. Siapa saja boleh berpartisipasi. Waktunya juga sangat panjang, sampai September. Karena titik lokasi yang dibersihkan, dibenahi, ditata-ulang dan direnovasi juga sangat banyak,” ujar KPH Edy Wirabhumi saat menunjukkan kepada para peserta kerjabhakti di titik lokasi itu, mengenai beberapa pohon di belakang Pendapa Pagelaran yang perlu dipangkas. (won)