28.4 C
Surakarta
Regional Kerjabhakti Resik-resik Keraton Siang Tadi Masih Berlanjut

Kerjabhakti Resik-resik Keraton Siang Tadi Masih Berlanjut

Baca Juga

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Bupati Demak Gelisah Karena Warganya Sudah Kehilangan Tata-krama dan Sopan-santun

Pakasa Cabang Dibentuk untuk Diajak Bersama Hadapi Radikalisme dan Inteoleransi DEMAK, iMNews.id - Bupati Demak Hj dr Eistianah SE mengungkapkan...

“Ting-ting Hik, Jadah Jenang Wajik, Aja Lali Tinge Kobong….” (2-habis)

Dipindah ke Kupel Segaran untuk Meramaikan Kebon Raja IMNEWS.ID - UPACARA adat hajad dalem Malem Selikuran atau Lailatul Qadar untuk memperingati...
~Pariwara~

Pasukan Pemuda Pancasila Gantian ”Menyapu jalan”

SOLO, iMNews.id – Setelah seminggu (Jumat dan Minggu Libur) kerjabhakti resik-resik lingkungan keraton digenjot melibatkan hampir seluruh elemen Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Mataram Surakarta secara bergiliran, mulai Senin dari pagi hingga siang, gantian ”pasukan” dari Bregade Motor Pemuda Pancasila DPC Surakarta ”Menyapu Jalan”. Ada 30-an anggota PP yang berseragam khas organisasi tetapi berkalungkan samir khas keraton, menyapu dedaunan yang tampak mengotori jalan di pingu masuk Gladag menuju Alun-alun Lor.

Meski sudah bergantian dibersihkan dan dirapikan secara bergantian oleh puluhan orang dari berbagai elemen yang terlibat resik-resik, tetapi kawasan pintu masuk Gladag selalu saja mulai kembali kotor. Karena, dedaunan pohon beringin berukuran besar yang jumlahnya lebih dari enam, kini memasuki musim rontok, ditambah cabang dan ranting yang terlalu tinggi belum bisa dijangkau untuk dipangkas.

KROPOS DAN ROBOH : Sebatang tiang telepon di dekat gapura Gladag, kropos di bagian bawahnya dan roboh menimpa pagar taman di situ hingga miring. Momentum kegiatan resik-resik gerakan #Lestarikan Keraton, bisa dimanfaatkan untuk mengganti prasarana yang sudah lapuk dan kropos, agar tak membahayakan siapa saja dan apa saja. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Menurut KPH Edy Wirabhumi selaku koordinator kerjabhakti, memang idealnya tiap hari lingkungan pintu masuk utara ke kawasan keraton itu harus dibersihkan oleh petugas khusus, seperti dari DPU Kota, misalnya. Bahkan, ibarat rumah milik masing-masing pribadi, kegiatan kebersihan seperti menyapu halaman harus dilakukan idealnya dua kali sehari, pagi dan sore.

”Ini adalah halaman dan kawasan yang luas. Di dekat gapura Gladag itu malah ada tamannya juga. Untuk membersihkan, idealnya ya dua kali sehari. Sedangkan kawasan keraton ini, adalah kawasan cagar budaya yang dijadikan objek wisata. Mestinya, menjadi tanggungjawab bersama untuk membersihkan. Gerakan ini, sifatnya hanya sementara, untuk mengetuk kesadaran bersama, agar peduli lingkungan kita yang sangat berharga ini,” tunjuk KPH Edy Wirabhumi.

LANTAI PENDAPA = Lantai Pendapa Sitinggil Lor yang sudah berulang-ulang disapu dan dipel dalam kerjabhakti resik-resik lingkungan keraton mulai Senin (22/3) lalu, sampai tadi siang tetap kotor lagi oleh daun sejumlah pohon yang rontok. Ibu-ibu anggota Putri Narpa Wandawa, yang selalu siaga membersihkan lingkungan itu.
(foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Hal yang diungkap KPH Edy, berkait dengan kondisi kebersihan dan kerusakan fasilitas yang ada di lokasi. Misalnya, jaringan kabel listrik dan telepon, serta lampu penerangan umum yang hampir semuanya padam. Bahkan, ada satu tiang telepon yang keropos dan roboh, menimpa pagar taman, hingga miring ke dalam.

Sejak pagi, kesibukan kerjabhakti banyak terlihat di seputar gapura Gladag. Di lapangan terbuka Alun-alun Lor, nyaris tidak tampak kegiatan resik-resik. Selain rerumputan belum bisa dipangkas pendek dan rata, pemandangan di lokasi itu lebih didominasi oleh kegiatan parkir segala jenis kendaraan yang berkepentingan ke Pasar Klewer, yang dikelola seorang oknum dari internal keraton.

MENGAWALI SENDIRI : Seorang ibu anggota Putri Narpa Wandawa, harus sendiri mengawali untuk menyapu separo halaman kompleks Pendapa Sitinggil Lor yang selau dikotori oleh dedaunan aneka pohon yang mulai memasuki musim rontok, sebelum bantuan Brage Motor DPC Pemuda Pancasila Surakarta berdatangan.(foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Di kompleks Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, kegiatan kerjabhakti kecil-kecilan berupa menyapu lanti Bangsal Pangrawit (bukan Bangsal Manguntur Tinangkil-Red), masih dilakukan dua orang anggota organisasi wanita Putri Narpa Wandawa. Selain itu, aktivitas banyak didominasi lalu-lalang kendaraan parkir untuk urusan Pasar Klewer, yang juga dikelola seorang oknum dari internal keraton.

Sedangkan di kompleks Sitinggil Lor, daun aneka pohon langka yang ada di seputar pendapa, juga rata mengotori hampir seluruh halaman di situ. Sebagian pasukan Bregade Motor Pemuda Pancasila dan anggota Putri Narpa Wandawa, langsung bersama-sama membersihkannya.

BERGESER KE SELATAN : Sebagian anggota Brigade Motor DPC Pemuda Pancasila Surakarta yang sudah selesai menyapu jalan dan trotoar di seputar Gladag, bergeser ke selatan dan membantu membersihkan halaman kompleks Sitinggil Lor yang mulai kotor lagi oleh dedaunan yang rontoh. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Sementara, KRMH Saptonojati sibuk memandu beberapa abdidalem yang sedang memotong sebuah pohon yang sudah mati dan lapuk di belakang Bangsal Gandhek Tengen dan Bangsal Angun-angun. Menurutnya, masih banyak pohon yang sudah terlalu tinggi karena dibiarka liar dalam 4 tahun ini, perlu segera dipangkas agar tidak membahayakan siapa saja. (won)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Berita Terkait