28.4 C
Surakarta
Regional KRL Solo-Yogyakarta Bisa Melaju Lebih Cepat dari Prameks

KRL Solo-Yogyakarta Bisa Melaju Lebih Cepat dari Prameks

Baca Juga

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Bupati Demak Gelisah Karena Warganya Sudah Kehilangan Tata-krama dan Sopan-santun

Pakasa Cabang Dibentuk untuk Diajak Bersama Hadapi Radikalisme dan Inteoleransi DEMAK, iMNews.id - Bupati Demak Hj dr Eistianah SE mengungkapkan...

“Ting-ting Hik, Jadah Jenang Wajik, Aja Lali Tinge Kobong….” (2-habis)

Dipindah ke Kupel Segaran untuk Meramaikan Kebon Raja IMNEWS.ID - UPACARA adat hajad dalem Malem Selikuran atau Lailatul Qadar untuk memperingati...
~Pariwara~

SOLO, iMNews.id – Kereta Rel Listrik (KRL) Solo-Yogyakarta didesain oleh manajemen PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), bisa melaju lebih cepat dibandingkanKereta Api (KA) Prambanan Ekspres (Prameks). Dengan demikian diharapkan waktu tempuh Solo-Yogyakarta dan sebaliknya bisa lebih cepat.

Direktur Utama PT KCI, Wiwik Widayanti, menerangkan jika saat ini waktu tempuh KA Prameks untuk jalur Yogyakarta-Solo dan sebaliknya berkisar 56 menit. Kereta itu berjalan dengan kecepatan 70-80km/jam.

“Kami ajukan kecepatan KRL bisa sampai 90 km/jam. Jadi waktu tempuhnya bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Wiwik menilai bahwa potensi penumpang KRL di wilayah Daop VI Yogyakarta cukup tinggi. Ini bisa dilihat dari padatnya volume kendaraan di jalan raya Yogyakarta-Solo. Dengan demikian diharapkan operasional KRL bisa meningkatkan mobilitas warga maupun roda perekonomian di Yogyakarta dan Solo Raya.

KRL Solo-Yogyakarta mulai diuji coba secara terbatas pada hari ini hingga 31 Januari. Adapun uji coba bagi khalayak umum dijadwalkan berlangsung 1-7 Februari.

Sebanyak 11 stasiun disiapkan guna mendukung operasional KRL. Stasiun-stasiun tersebut yakni Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Prambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Solo Purwosari dan Solo Balapan. Sebagian dari stasiun tersebut saat ini tidak lagi difungsikan sebagai pemberhentian kereta komersial. (FP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Berita Terkait