Kamis, 2 Desember 2021
Regional KRL Solo-Yogyakarta Bisa Melaju Lebih Cepat dari Prameks

KRL Solo-Yogyakarta Bisa Melaju Lebih Cepat dari Prameks

Baca Juga

Seakan tak Mengenal Lelah, Terus Bergerak Memimpin Upaya Pelestarian Budaya

Belum Selesai Menggelar Hari Jadi Pakasa, Sudah Diselingi Ritual Mahesa Lawung SOLO, iMNews.id – Seakan tak mengenal lelah, belum selesai...

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

Wakil Wali Kota : “Kalau Tidak Mau Dihormati, ya………..”

Sumbang Rp 5 Juta untuk Pekan Seni 90 Tahun Pakasa SOLO, iMNews.id – Pembukaan Pekan Seni dan Ekraf (Ekonomi Kreatif)...
~Pariwara~

SOLO, iMNews.id – Kereta Rel Listrik (KRL) Solo-Yogyakarta didesain oleh manajemen PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), bisa melaju lebih cepat dibandingkanKereta Api (KA) Prambanan Ekspres (Prameks). Dengan demikian diharapkan waktu tempuh Solo-Yogyakarta dan sebaliknya bisa lebih cepat.

Direktur Utama PT KCI, Wiwik Widayanti, menerangkan jika saat ini waktu tempuh KA Prameks untuk jalur Yogyakarta-Solo dan sebaliknya berkisar 56 menit. Kereta itu berjalan dengan kecepatan 70-80km/jam.

“Kami ajukan kecepatan KRL bisa sampai 90 km/jam. Jadi waktu tempuhnya bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Wiwik menilai bahwa potensi penumpang KRL di wilayah Daop VI Yogyakarta cukup tinggi. Ini bisa dilihat dari padatnya volume kendaraan di jalan raya Yogyakarta-Solo. Dengan demikian diharapkan operasional KRL bisa meningkatkan mobilitas warga maupun roda perekonomian di Yogyakarta dan Solo Raya.

KRL Solo-Yogyakarta mulai diuji coba secara terbatas pada hari ini hingga 31 Januari. Adapun uji coba bagi khalayak umum dijadwalkan berlangsung 1-7 Februari.

Sebanyak 11 stasiun disiapkan guna mendukung operasional KRL. Stasiun-stasiun tersebut yakni Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Prambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Solo Purwosari dan Solo Balapan. Sebagian dari stasiun tersebut saat ini tidak lagi difungsikan sebagai pemberhentian kereta komersial. (FP)