SOLO – iMNews.id – Wanita pelukis otodidak spesialis wayang beber yang akrab disapa mbah Ning (69), kini sedang meminta tolong bengkel kerajinan konstruksi besi ”Riska Iron” untuk membuat kandang mobil kesayangannya buatan Jepang, keluaran 2018. Kandang yang dirancang hanya memanfaatkan teras rumahnya, hanya berupa pagar alias pintu dorong untuk membatasi antara pekarangan kediaman yang sudah mepet gang di Kampung Wonosaren, Jagalan, Jebres.
Kemarin, dua pekerja dari bengkel las tersebut sedang mengukur luas untuk menentukan panjang pagar/pintu dorong dimaksud yang ditunggui mbah Tris, suami mbah Ning. Selain teduh karena ada atap teras, pagar/pintu dorong dimaksud untuk melindungi dari lalu-lalang pengguna gang di dekatnya.
”Nggih nak, mobil sing tumbas ngangge hasil kringet nglukis, mugi-mugi enggih dados berkah. Kersane gampang sing wira-wiri golek bahan lukisan, gampang yen ajeng nyekar bapak (veteran RI, Peltu TNI Soekarman alm), mboten ngrepoti sederek sanes. Niki empun mboten kodanan, ning nggih perlu didamelke pager, ben aman,” ujar Mbah Ning yang dibenarkan Mbah Tris, saat ditengok iMNews.id, tadi pagi.
Seperti diberitakan, mbah Ning mengalami sedikit perubahan dalam perjalanan hidupnya di usia senja belakangan ini. Karena, beberapa lukisannya dibeli setidaknya oleh tiga orang yang sama sekali tidak dikenal sebelumnya, hingga terkumpul sedikitnya Rp 100 juta, beberapa waktu lalu. (iMNews.id,29/11).
Hasil menjual lukisan itu, lalu dibelikan mobil minibus buatan Jepang buatan 2018 seharga lebih Rp 70 juta. Mobil warna merah itu tampak membuatnya makin bersemangat untuk terus berkarya, karena sudah dirasakan manfaatnya, antara lain mempemudah saat hendak mencari bahan-bahan untuk melukis, mengantar lukisan dan keperluan lain. (won)