Kraton Direvitalisasi, Peringatan HUT ke-95 Pakasa Pindah ke Ngawi

  • Post author:
  • Post published:
  • Post category:Regional
  • Reading time:4 mins read
You are currently viewing Kraton Direvitalisasi, Peringatan HUT ke-95 Pakasa Pindah ke Ngawi
MEMORI PERINGATAN : Panggung kesenian di halaman Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa yang diisi kesenian khas Pakasa Cabang Trenggalek ini, menjadi salah satu memori peringatan HUT Pakasa yang baru diperingati mulai empat tahun lalu. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Hampir Semua Bangunan “Dibongkar”, tak Ada Tempat Menampung Orang Banyak

SURAKARTA, iMNews.id – Lokasi penyelenggaraan dan pelaksanaan peringatan HUT ke-95 organisasi Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (Pakasa) tahun 2026 ini, pindah tempat. Kegiatan perayaan terpaksa dipindah, karena hampir semua kawasan di kraton yang bisa menampung kegiatan dengan jumlah ratusan orang, kini harus dibongkar untuk direvitalisasi serentak dan diharapkan selesai Februari 2027.

“Karena semua tempat yang bisa menampung kegiatan-kegiatan peringatan HUT harus dibongkar, ya terpaksa (untuk kali ini) digeser. Hampir semua bangunan penting yang biasanya untuk menampung pisowanan orang banyak dibongkar. Karena semua akan direvitalisasi, dan sekarang sudah mulai dikerjakan. Hasil rapat bersama pimpinan Pakasa cabang kemarin, disepakati Pakasa Ngawi menjadi pengganti”.

SEMPAT DI DALAM : Penyelenggaraan/pelaksanaan peringatan HUT Pakasa ke-94 tahun 2025 lalu, selalu digelar di lingkungan Kraton Mataram Surakarta sebagai lokasi pengurus Pakasa Punjer. Panggung keseniannya sempat di dalam Pendapa Pagelaran. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Apa lagi, di bulan November-Desember ini, kegiatan fisik pengerjaan proyeknya penuh sekali. Maka, kalau akan menggelar peringatan HUT Pakasa, terus mau pakai tempat di mana?. Tetapi berdasarkan rapat para ketua Pakasa cabang kemarin (di kantor BP, Sabtu 24/10-Red), disepakati Pakasa Cabang Ngawi menjadi tuan rumah penyelenggara/pelaksana,” ujar KPH Edy Wirabhumi menjawab konfirmasi iMNews.id.

Pangarsa Pakasa Punjer yang dimintai konfirmasi Minggu (25/10) pagi tadi menjelaskan singkat alasan penyelenggara/pelaksana HUT ke-95 Pakasa pindah ke Ngawi. Ada 16 utusan Pakasa cabang yang menghadiri rapat pertama membahas peringatan HUT Pakasa. Keputusan penting dari rapat di kantor BP, Sabtu (24/10) itu, bahwa HUT digelar tepat 95 tahun kelahirannya, Minggu 29 November 2026.

SIMBOL IKONIK : Hadirnya Bregada Prajurit Tamtama lengkap dengan vandel dan “warna” Korsik Drumband, adalah simbol ikonik khas kraton yang tak tergantikan di berbagai kegiatan atas nama kraton, apalagi peringatan HUT Pakasa. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Notulen rapat di Kantor Badan Pengelola (BP) Kraton Mataram Surakarta yang dipimpin KPH Edy Wirabhumi (Pangarsa Punjer) itu menyebutkan, peringatan HUT dalam sehari itu akan diisi “wilujengan” di Alas Ketonggo menandai seremonial HUT ke-95 Pakasa bersama Pemkab Ngawi. Setelah itu diteruskan kirab budaya dan pentas kesenian, sajian masing-masing kontingen Pakasa cabang yang datang.

Untuk keperluan itu, Pakasa cabang diminta segera melaporkan materi seni budaya yang akan disajikan, termasuk jumlah peserta kontingen dan durasi sajian seni. Pendaftaran bisa langsung ke KRAT Suyono Adiwijoyo (Ketua harian pakasa Cabang Ngawi) atau ke grup Pangarsa Pakasa. Pengelolaan dan pengaturan acara peringatan diserahkan kepada Pakasa Cabang Ngawi, dibantu Pakasa cabang lain.

KEKAYAAN BUDAYA : Hadirnya kontingan Pakasa Cabang Kudus pada setiap peringatan HUT Pakasa yang digelar di Punjer dalam beberapa tahun terakhir, menjadi salah satu kekayaan Budaya Jawa yang berkembang di masing-masing daerah. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Temanyapun juga diserahkan ke KRA Sunarso Suro Agul-agul (Wakil Ketua Pakasa Cabang Ponorogo) yang berkolaborasi dengan Dr Purwadi (Ketua Lokantara Pusat di Jogja). Kontingen yang didaftarkan sebagai peserta peringatan HUT ke-95 Pakasa di Ngawi, perlu dirinci antara peserta upacara pembukaan, kirab maupun penyaji pada panggung kesenian. Semua Pangarsa diminta memakai busana “Kampuhan”.

Karena Pakasa Ngawi menjadi tuan rumah penyelenggara/pelaksana, diperlukan kelompok kerja yang mengelola penyelenggaraan/pelaksanaan secara umum, menyusun anggaran bersama pimpinan Pakasa Jepara dan panitia lokal yang sifatnya teknis. Termasuk persiapan upacara pembukaan, panggung kesenian, rute kirab, transit kontingen peserta, konsumsi, parkir angkutan kontingen peserta dan sebagainya.

IDENTIK KRATON : Berbagai kegiatan yang berkait dengan Pakasa, punya makna konotasi tentang Kraton Mataram Surakarta. Maka, event peringatan HUT wadah para kawula ini, konotasinya selalu identik dengan lingkungan/simbol kraton. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Catatan KRAT Bagiyono Rumeksodiningrat (Ketua Pakasa Cabang Magelang) selaku notulen itu juga menyebut, setelah rapat pertama itu akan diteruskan dengan rapat berikut secara “on line” maupun “offline”. KRRA Panembahan Alap-alap Gilingwesi Singonegoro (Ketua Pakasa Cabang Kudus) menyambut rencana peringatan HUT ke-95 Pakasa itu, walau dirinya tidak bisa ikut dalam rapat itu.

“Saya sudah ‘mbolos’ tidak melakukan cek kesehatan Sabtu sebelumnya (17/10), karena saya ikut acara kirab Pakasa di Cilacap. La, yang Sabtu kemarin saya tidak mau mbolos lagi, karena jadwal cek kesehatan tak bisa hanya ambil obat saja. Saya menyambut baik rencana HUT Pakasa itu, tetapi juga memaklumi karena pindah ke Ngawi. Kami juga akan mengadakan wilujengan di cabang,” ujarnya. (won-i1)