Sinuhun PB XIV Hangabehi “Membuka” Pesta Rakyat Desa Segaran, Klaten

  • Post author:
  • Post published:September 19, 2026
  • Post category:Regional
  • Reading time:4 mins read
You are currently viewing Sinuhun PB XIV Hangabehi “Membuka” Pesta Rakyat Desa Segaran, Klaten
MEMBERI SAMBUTAN : Dalam sambutan sebelum menandai dimulainya pentas wayang kulit di Sanggar Balai Agung Bhumi Koripan, semalam, Sinuhun PB XIV Hangabehi mengapresiasi warga Desa Segaran yang masih peduli menggelar seni tradisi itu. (foto : iMNews.id/Dok)

Diinisiasi Warga Setempat, Santri Majelis Taklim Milik Ketua Pakasa Kudus

KLATEN – Seorang warga Pakasa Cabang Kudus bernama KRT Kardiyanto Ciptonagoro, semalam menginisiasi pergelaran hiburan wayang kulit purwa di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Yang membanggakan, hiburan bertajuk “Pesta Rakyat Desa Segaran” itu, semalam (Jumat, 18/9) dihadiri Sinuhun PB XIV yang juga membuka resmi pentas, sebelum memberi sambutan di acara tersebut.

Dari penjelasan KRT Kardiyanto Ciptonagoro yang dimintai konfirmasi iMNews.id hingga siang tadi menyebutkan, pentas wayang kulit dengan lakon “Srimulih” berlanjut ke “Gandamana Luweng” diinisiasi bersama oleh warga Pakasa Cabang Kudus itu dan Agung Bakar. KRT Kardiyanto Ciptonagoro menyebut dirinya hanya panitia, tetapi Seniman Agung Bakar selaku tuan rumah tempat pentas wayang.

PENYERAHAN KAYON : Sinuhun PB XIV Hangabehi didaulat untuk menyerahkan “kayon” (gunungan), sebagai tanda dimulainya sajian lakon “Srimulih” dan “Gandamana Luweng” pentas yang digelar warga Desa Segaran, Delanggu, Klaten, semalam. (foto : iMNews.id/Dok)

“Saya lebih cocok sebagai panitia saja. Karena saya sudah jadi warga Pakasa Cabang Kudus dan tinggal di (Kabupaten) Kudus. Mencari nafkah di Kudus, juga menjadi santri Majelis Taklim pimpinan/milik KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro di Kudus. Walaupun, saya asli dari Desa Segaran, Kecamatan Delanggu sini,” ujar KRT Kardiyanto Ciptonagoro, Direktur PT Kafari Group 1000 Jalan itu.

Seperti diketahui, KRT Kardiyanto Ciptonagoro selaku Direktur PT Kafari Group “1000 Jalan” yang berkedudukan di Kudus, termasuk aktif dalam berbagai kegiatan Majelis Taklim milik Ketua Pakasa Kudus dan rajin “sowan” ke kraton saat ada kegiatan upacara adat. Ia adalah bagian dari “Trio Santri” penggerak usaha PT Kafari Group, bersama KRT Heru Kristiyono dan KRT Fajar Junarto Adinagoro.

DUA LAKON : Lakon “Srimulih” yang khas warga Desa Segaran karena diberi rezeki panen padi melimpah, diteruskan dengan lakon “Gandamana Luweng”, dalam pentas wayang kulit yang digelar di Sanggar Balai Agung Bhumi Koripan, semalam. (foto : iMNews.id/Dok)

Kegiatan pentas wayang kulit rutin tiap bulan Bakda Mulud (kalender Jawa) atau Rabiul’akhir (kalender Hijriyah) itu, disebutkan KRT Kardiyanto sudah berjalan beberapa tahun. Pentas semalam, digelar di Sanggar Balai Agung Bhumi Koripan yang punya juga punya sanggar karawitan, milik Agus Bakar. Kediaman tuan rumah tempat entas wayang kulit itu, sahabat tetangga dekat keluarga KRT Kardiyanto.

Semalam, warga Desa Segaran, bahkan desa-desa sekitarnya di Kecamatan Delanggu ikut menyaksikan pentas wayang yang cukup fenomenal itu. Karena, pentas itu dihadiri Sinuhun PB XIV Hangabehi bersama rombongan kecil, di antaranya BRA Lung Ayu selaku juru-bicara Sinuhun/kraton, seperti saat tampil di acara Ngaji Budaya di Kudus, belum lama ini. Semalam, Sinuhun memberikan sambutannya.

SEMPAT BERFOTO : KRT Kardiyanto Ciptonagoro sempat berfoto bersama Sinuhun PB XIV Hangabehi yang duduk bersebelahan dengan BRA Lung Ayu, pendamping/juru bicara Sinuhun, saat gelar wayang kulit di Desa Segaran, semalam. (foto : iMNews.id/Dok)

Pada intinya, Sinuhun PB XIV Hangabehi menyebut dirinya mewakili kraton untuk menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaannya, atas inisiasi masyarakat Desa Segaran menggelar kesenian tradisional wayang kulit. Dia membuka resmi pentas yang ditandai penyerahan “kayon” (gunungan) kepada tiga dalang penyaji. Mereka adalah Ki Muh Fakhrur Faza Bagus, Ki Gabriel Sanata Mukti Utama dan Ki Pasha.

Selain fenomena hadirnya Sinuhun PB XIV Hangabehi yang menandai dimulainya pentas wayang kulit, ada fenomena lain yang menambah daya tarik pentas wayang kulit purwa. Yaitu tampilnya kesenian Jathilan dan Topeng Ireng khas Kabupaten  Klaten dan Konser Karawitan dari Sanggar Balai Agung Bhumi Koripan. Pentas kesenian rakyat ini menjadi pra-kondisi sebelum pentas wayang kulit, semalam.

TOPENG IRENG : Tari “Topeng Ireng” yang berkembang di lereng Gunung Merapi, menjadi seni tari tradisional rakyat khas Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten. Semalam, seniman dari Klaten tampil di Pesta Rakyat Desa Segaran. (foto : iMNews.id/Dok)

Masyrakat Kabupaten Klaten terutama warga Pakasa cabang setempat, terhitung sudah dua kali mendapat kesempatan dihadiri Sinuhun PB XIV Hangabehi. Pertama, saat diantar Agung Bakar menghadiri ritual Sebaran Apem Yaqowiyu (Jatinom), Sapar Tahun Be 1960, sebelum “njangkepi jumenengan-nata”. Kedua, saat Agung Bakar dan KRT Kardiyanto menginisiasi “Pesta Rakyat Desa Segaran”, semalam. (won-i1)