Agenda Kirab Pusaka Malam 1 Sura Menjadi Materi Bahasan Serius
SURAKARTA, iMNews.id – Baliho sosialisasi Sinuhun PB XIV Hangabehi mulai tampak bertebaran di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Kudus. Alat pengenalan identitas tampilnya pemimpin baru Kraton Mataram Surakarta itu, secara swadaya diproduksi dan dipasang atas inisiatif pribadi warga Pakasa Cabang Kudus. Juga atas nama pribadi KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro, Ketua Pakasa Kudus.
“Betul sekali. Jadi ceritanya sejak kemarin pagi, setelah mendapat informasi WA yang ada gambar balihonya itu, kok kami tertarik untuk menyebarluaskan. Kami rundingan singkat dengan beberapa santri sekaligus pengurus Pakasa Cabang Kudus. Kami memutuskan untuk memesan sejumlah gambar cetakan (MMT) Sinuhun PB XIV Hangabehi di sini (Kudus-Red). Malam ini, kami memasangnya beramai-ramai”.

“Jadi, kami tidak sempat minta izin Pakasa Punjer di Kraton. Mungkin, ya tidak perlu-lah. Karena, ini murni niat pribadi dan segenap warga Pakasa Kudus ingin membantu memperkenalkan dan menyebarluas hadirnya tokoh pemimpin baru di Kraton Mataram Surakarta, Sinuhun PB XIV. Karena saya melihat, di Kota Surakarta saja hanya ada satu buah, dekat Gladag,” tutur KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro.
KRRA Panembahan Didik Alap-alap Gilingwesi Singonegoro selaku Ketua Pakasa Kudus, melukiskan awal gagasannya menyebarluaskan baliho sosialisasi kepemimpinan Sinuhun PB XIV Hangabehi, saat dihubungi iMNews.id, siang tadi. Percakapan telepon dilakukan sejak semalam, saat dirinya bersama sejumlah santrinya ramai-ramai mengerjakan pemasangan baliho itu di sejumlah lokasi di Kabupaten Kudus.

Sampai menjelang tengah malam, Selasa (2/6) semalam, Ketua Pakasa Cabang Kudus mengabarkan baru dapat memasang di 3-4 lokasi berbeda, yaitu di masing-masing Kecamatan Dawe, Kecamatan Mejobo, Kecamatan Jati dan Kecamatan Kota. Pakasa Kudus berencana ingin menyebar rata masing-masing satu titik lokasi baliho di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus, yang semuanya ada 9 kecamatan.
Sosialisasi/pengenalan wajah pemimpin baru Sinuhun PB XIV Hangabehi ini, hanya ada saru jenis gaya seperti yang beredar di medsos dan media berita mainstream lainnya. Tetapi ukuran baliho yang diproduksi di kota kabupaten setempat itu, beragam, ukuran 3×3 meter, 4×4 meter dan 5×5 meter. Titik lokasi yang dipilih untuk dipasang, diutamakan milik para santri atau warga Pakasa Cabang Kudus.

“La kalau lokasi yang kami pasangi milik santri dan warga Pakasa sendiri, ‘kan enak dalam membicarakannya. Dari yang sudah terpasang, kami pilih lokasi di pekarangan rumah di pinggir jalan besar yang ramai lalu-lalang lalu-lintas yang lewat. Tetapi, sementara yang sudah bisa terpasang ada 4 ukuran 3×3 meter. Yang lebih besar belum bisa terpasang, karena perlu muka pekarangan lebih lebar lagi”.
“Untuk baliho ukuran lebih besar, juga perlu kerangka pancang lebih kuat. Untuk mengantisipasi datangnya angin kencang. Saat ini, kami masih mengandalkan batang bambu sebagai kerangka pancangnya. Semalam ada beberapa tim yang menyebar untuk memasang, dibantu monil pick-up yang membawa bambu dan mengangkut pasukan. Mudah-mudahan besok (hari ini-Red) bisa bertambah lagi,” harap KRRA Panembahan.

Diakui, gagasan menyebarluaskan profil identitas pemimpin baru Kraton Mataram Surakarta di wilayah Kabupaten Kudus itu, murni ide dan niat pribadi pengurus Pakasa Kudus. Karena, hingga kini (mulai 31/5/2026) gambar sosialisasi/publikasi Sinuhun PB XIV Hangabehi sangat minim (baru satu-Red). Sementara dimaklumi Bebadan Kabinet 2004 kemampuannya terbatas, tetapi berbagai elemen lain “pasif”.
“Saya lihat di grup WA Pangarsa Pakasa tak ada yang berkomentar atau punya ide. Ada satu, entah dari cabang mana, la kok malah minta MMT baliho ke Pangarsa Punjer. Saya cuma membatin sambil heran, kok begitu? Kok tidak berinisiatif urunan antar warga Pakasa cabang, bikin satu dipasang di daerahnya, itu sangat membantu. Saya sempat menawarkan untuk mengambil ke Kudus,” ujar KRRA Panembahan.

Sementara kepedulian kalangan masyarakat adat berbagai elemen mulai bangkit mengambil inisiatif gotong-royong membantu di berbagai keperluan, Rabu (3/6) siang tadi Bebadan Kabinet 2004 menggelar rapat di eks kantor Sinuhun PB XI. Rapat yang dipimpin Gusti Moeng (Pengageng Sasana Wilapa/Ketua LDA), membahas agenda sangar serius dan penting, yaitu rencana kirab pusaka malam 1 Sura (17/6).
Rapat tertutup yang diikuti sekitar 60-an orang dari berbagai elemen itu, disebut KPP Haryo Sinawung Waluyoputro Hadinagoro dan KPP Johny Sosrodiningrat juga membahas materi lain. Menurut keduanya, rapat tersebut menjadi pengumpulan masukan untuk dibawa ke dua forum rapat lebih serius yang akan digelar berurutan. Salah satunya, rapat khusus bersama Maha Menteri KGPH PA Tedjowulan dan Kemenbud.

“Iya. Jadi, setelah upacara Garebeg Besar sudah terwujud, kini berkonsentrasi untuk melaksanakan upacara adat Kirab Pusaka malam 1 Sura. Agenda ini lebih besar dan sangat penting. Harus dipersiapkan betul, agar jangan sampai ada yang mengecewakan. Karena, ini menyangkut nama besar kraton dan lembaga penyelenggara kraton. Ini akan menjadi penentuan untuk selanjutnya,” ujar KPP Haryo Sinawung.
Sementara itu, tanda-tanda akan berlangsungnya jumenengan-nata Sinuhun PB XIV, hingga siang tadi juga belum tampak sedikitpun di kraton. Karena, agenda upacara adat puncak tampilnya pemimpin baru di Mataram Islam Surakarta itu, masih jauh dari tahapan-tahapan yang lebih urgen dilakukan. Meskipun, gagasan cerdas Pakasa Kudus menebar baliho sosialisi, bisa disebut ikut “melapangkan jalan” jumenengan. (won-i1)
