Ambisi Merebut Tahta yang Melampaui Batas-batas Identitas Bangsawan (seri 7 – bersambung)

  • Post author:
  • Post published:December 23, 2025
  • Post category:Budaya
  • Reading time:5 mins read
You are currently viewing Ambisi Merebut Tahta yang Melampaui Batas-batas Identitas Bangsawan (seri 7 – bersambung)
ILMU LAKU DAN WAHYU RATU : Buku berjudul "Sinuhun PB XIV; Ilmu Laku dan Wahyu Ratu" karya Dr Iskandar Yasin (Dekan FT UST Jogja), sudah selesai diproduksi dan diserahkan ke Kraton Mataram Surakarta. (foto : iMNews.id/Dok)

Memberi Teladan Cara Bermitra Ideal, Edukatif dan Bermanfaat

IMNEWS.ID – DALAM beberapa hari terakhir ini beredar informasi di platform medsos pribadi, beberapa orang mengunggah foto-foto bertema “pertemanan”. Di antara foto-foto itu menampilkan tokoh “ksatria sebrang”, dan lainnya dinarasikan dari sebuah organisasi masyarakat (ormas) yang belum lama banyak menghias media massa.

“Pertemanan” tokoh “ksatria sebrang” dengan ormas itu bahkan terkukuhkan dalam organ kepengurusan sangar terhormat, sebagai “penasihat”. Penempatan sang tokoh dalam ormas menjadi bagian lain perkembangan situasi dan kondisi di luar kraton, dalam “ontran-ontran Raja Kembar”. Tentu saja, peristiwa ini ada awal-mulanya.

“Peristiwa pertemanan” itu adalah lanjutan dari sebuah peristiwa wisuda pemberian gelar kekerabatan yang dilakukan sebelumnya. Pemberian gelar itu dijembatani oleh sebuah peristiwa bersifat rekomendatif, untuk memperoleh “dukungan”. Mereka yang merekomendasi adalah kelompok “orang kuat”, yang kini sedang jadi buah bibir publik.

Itu sekadar ilustrasi untuk melukiskan apa saja di antara perkembangan situasi dan kondisi di kraton. Dan perkembangan dalam ekspresi seperti itu, sangat diyakini sebagai respon atas posisi salah satu pesaing dari “Raja Kembar”, yang berpotensi “tersisih”. Upaya seperti itu, biasa dilakukan oleh pihak yang merasa terpojok.

PUNYA KEPEDULIAN : Kampus UST Joga punya kepedulian terhadap Kraton Mataram Surakarta. Dr Iskandar Yasin (Dekan FT) memperlihatkan buku karyanya yang akan dipersembahkan kepada Sinuhun PB XIV Hangabehi. (foto : iMNews.id/Dok)

Tetapi memang, tiap orang dan pihak punya pilihan sendiri dalam mencari solusi untuk “mengatasi” berbagai masalah yang dihadapi. Mungkin secara kebetulan atau yang hanya bisa dilihat dengan akal sehatnya hanya “rekomendasi” itu, yang dianggap sebagai satu-satunya solusi. Atau mungkin itu hanya salah satunya saja.

Biarlah waktu akan berjalan, dan kelak akan membuktikan apakah perkirakan dan dugaan-dugaan serta kemungkinan itu akan benar-benar terjadi atau tidak. Tetapi, itulah salah satu wujud bagian dari perkembangan situasi dan kondisi terakhir “ontran-ontran Raja Kembar”. Sementara, ada peristiwa lain yang jauh berbeda.

Peristiwa lain sangat beda yang juga menjadi bagian perkembangan situasi dan kondisi terakhir di kraton itu, adalah gagasan menyusun buku berjudul “Sinuhun PB XIV; Ilmu Laku dan Wahyu Ratu”. Buku yang ditulis Dr Iskandar Yasin (Dekan Fakultas Teknik UST Jogja), dipersembahkan untuk Sinuhun PB XIV Hangabehi.

“Kami sangat mengapresiasi KGPH Hangabehi yang telah dinobatkan sebagai Paku Buwana XIV. Beliau telah menjaga tradisi, adat istiadat dan paugeran adat Kraton Mataram Surakarta. Beliau pakar Tosan Aji dan insfrastruktur bangunan kraton. Semoga Tuhan YME selalu mengiringi beliau menuju jumenengan Sinuhun PB XIV”.

MENGAWALI PENYERAHAN : Dr Akuat Supriyanto SE (dosen Unpad Bandung) memperkenalkan buku karya Dr Iskandar Yasin (Dekan FT), sekaligus mengawali penyerahannya kepada Kraton Mataram Surakarta yang diterima langsung Sinuhun PB XIV Hangabehi. (foto : iMNews.id/Dok)

Penjelasan singkat Dekan Fakultas Teknik Universitas Sarajana Wiyata Taman Siswa (UST) Jogja itu, diberikan kepada iMNews.id yang mengubunginya meminta konfirmasi, Selasa (23/12) siang tadi. Namun, secara pribadi dirinya belum bisa hadir  menyerahkan buku itu kepada Sinuhun PB XIV Hangabehi, maupun jajaran Bebadan.

Di tempat terpisah, Ki Dr Purwadi selaku Ketua Lokantara Pusat di Jogja menyebutkan, buku itu baru akan diserahkan Dr Iskandar Yasin (Dekan FT UST Jogja) saat momentum shalat Jumat yterakhir atau ketujuh, 26 Desember ini. Tetapi secara simbolis, Dr Akuat Supriyanto SE (dosen Unpad Bandung) sudah mengawali, kemarin.

Buku “Sinuhun PB XIV; Ilmu Laku dan Wahyu Ratu” itu diserahkan Dr Akuat Supriyanto SE kepada Gusti Moeng (Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa LDA) dalam suasana santai di Bangsal Smarakata, Selasa (23/12) kemarin. Dia mengulas buku itu, bersamaan  datangnya sejumlah siswa dari sebuah SMA di Baluwarti melakukan studi lapangan.

Dr Akuat juga sempat menyerahkan buku itu kepada Sinuhun PB XIV Hangabehi yang kebetulan sedang berkumpul dengan jajaran Bebadan Kabinet 2004 di bangsal Smarakata. Buku yang memuat kata pengantar dari Gusti Moeng itu, sempat dibagi-bagikan kepada KP Siswantodiningrat, KPP Danurwendo dan KPP Warso dari Bebadan.

SECARA KELEMBAGAAN : Secara kelembagaan, buku berjudul “Sinuhun PB XIV; Ilmu Laku dan Wahyu Ratu” karya Dr Iskandar Yasin (Dekan FT UST Jogja), diserahkan juga secara simbolis kepada Gusti Moeng selaku Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa LDA. (foto : iMNews.id/Dok)

Dekan FT UST Jogja Dr Iskandar Yasin, adalah salah satu akademisi yang jauh sebelum kraton berkabung akibat Sinuhun PB XIII wafat, merapat ke Kraton Mataram Surakarta. Karena, kampus itu akan membuka Pusat Studi Teknik Kapujanggan. Kampus itu ingin mengeksplorasi pengetahuan teknik kapujanggan sebagai materi studi.

Menggali kearifan lokal dari Budaya Jawa tentang teknik kapujanggan yang dimiliki Kraton Mataram Surakarta, akan menjadi kegiatan ilmiah FT UST Jogja dalam bentuk studi kepustakaan. Karena, kraton kaya sekali referensi teknik arsitektur berbasis Budaya Jawa, dan diyakini punya ciri khusus dan menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

Tak hanya itu, “sumbangsih” Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa (UST) Jogja juga luar biasa, karena telah menjadi pengusul gelar Pahlawan Nasional bagi Sinuhun PB XII. Usulan yang diajukan medio tahun 2025 ini memang belum membuahkan hasil, tetapi perhatian kampus satu ini melebihi yang pernah dilahirkan kraton.

“Besok Jumat (26/12), kami merencanakan akan ikut bergabung shalat Jumatan bersama Sinuhun PB XIV Hangabehi di Masjid Agung. Sekalian akan menyerahkan buku tentang beliau yang kami susun bersama-sama,” ujar Dr Iskandar Yasin (Dekan FT UST Jogja),  ketua tim pengusul gelar Pahlawan Nasional (Sinuhun PB XII) menjawab iMNews.id.

JAJARAN BEBADAN : Buku berjudul “Sinuhun PB XIV; Ilmu Laku dan Wahyu Ratu” karya Dr Iskandar Yasin (Dekan FT UST Jogja), yang juga diterima tiga tokoh dari jajaran Bebadan Kabinet 2004 akan menjadi peristiwa bersejarah pada zaman Sinuhun PB XIV. (foto : iMNews.id/Dok)

Pernyataan Dr Iskandar Yasin mengenai “kepakaran” Sinuhun PB XIV Hangabehi tentang “tosan aji” (keris), adalah pengakuan sekaligus perhatian seorang akademisi terhadap tokoh representatif Kraton Mataram Surakarta. Karena, sebelum menggelar   pameran Oktober lalu, Dekan FT UST itu sempat berkonsultasi soal keris dengannya.

Apa yang terlukis dari aktivitas lembaga UST Jogja ini, di satu sisi menunjukkan begitu besar kepedulian dan perhatian kalangan kampus terhadap Kraton Mataram Surakarta. Di sisi lain, Sinuhun Hangabehi ingin memberi teladan tentang bagaimana membangun cara bermitra yang ideal, edukatif dan bermanfaat bagi peradaban luas. (Won Poerwono – bersambung/i1)