Kamis, 2 Desember 2021
Regional Copot Lurah Gajahan, Gibran Tak Terpengaruh Protes Warga

Copot Lurah Gajahan, Gibran Tak Terpengaruh Protes Warga

Baca Juga

Seakan tak Mengenal Lelah, Terus Bergerak Memimpin Upaya Pelestarian Budaya

Belum Selesai Menggelar Hari Jadi Pakasa, Sudah Diselingi Ritual Mahesa Lawung SOLO, iMNews.id – Seakan tak mengenal lelah, belum selesai...

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

Wakil Wali Kota : “Kalau Tidak Mau Dihormati, ya………..”

Sumbang Rp 5 Juta untuk Pekan Seni 90 Tahun Pakasa SOLO, iMNews.id – Pembukaan Pekan Seni dan Ekraf (Ekonomi Kreatif)...
~Pariwara~

SOLO, iMNews.id – Protes warga Kelurahan Gajahan atas pencopotan lurah mereka, tidak mempengaruhi kebijakan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Gibran mengaku, tetap memberhentikan Suparno dari jabatan lurah. “Saya tidak menghalangi (pemasangan spanduk dan pengumpulan tanda tangan warga). Tapi kesalahannya kan udah jelas. Suratnya juga jelas seperti apa redaksinya,” tandas Wali Kota, Senin (3/5).

Gibran menambahkan jika Suparno telah menjalani proses pemeriksaan atas kesalahannya tersebut. “Kemarin sudah menghadap Inspektorat. Ya prosesnya dilalui saja. Kesalahannya apa pelanggarannya apa.”

Wali Kota menekankan bahwa kesalahan Suparno tidak bisa dihapus, kendati yang bersangkutan tidak menerima uang hasil pungutan liar (pungli). “Dia tetap salah. Kan yang bertanggungjawab (atas perilaku para Linmas),” tegasnya.

Seperti diketahui, Lurah Gajahan Suparno diberhentikan dari jabatannya oleh Wali Kota lantaran dinilai bertanggungjawab atas pungli di wilayah tersebut. Pencopotan Suparno itu menuai protes warga.

Sementara itu Suparno mengaku pasrah akan nasibnya. “Sampun, sudahlah. Intinya saya salah. Saya mengakui salah. Sudah nggak apa-apa,” kata dia.

Suparno juga tidak bayak berkomentar terkait pungli yang menjeratnya. “Sudahlah kemarin sudah dijelaskan kok tanya lagi. Tanya siapa yang berhak, BKD atau siapa. Saya inginnya suasana kondusif, nggak ada masalah, kita semua bisa bekerja dengan baik.”

Perihal aksi dukungan warga Gajahan, Suparno mengaku tidak mengetahuinya. “Demi Allah saya tidak tahu. Kalau tahu malah saya setop. Sudahlah kita lakukan sesuai prosedurnya pemerintah, sudah ada yang mengurusi sendiri-sendiri. Lagipula saya tulus bekerja dengan baik,” tuturnya. (FP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Seakan tak Mengenal Lelah, Terus Bergerak Memimpin Upaya Pelestarian Budaya

Belum Selesai Menggelar Hari Jadi Pakasa, Sudah Diselingi Ritual Mahesa Lawung SOLO, iMNews.id – Seakan tak mengenal lelah, belum selesai...

More Articles Like This