Kamis, 2 Desember 2021
Pendidikan Mahasiswa Asing Program Pertukaran, Tertarik Budaya Indonesia

Mahasiswa Asing Program Pertukaran, Tertarik Budaya Indonesia

Baca Juga

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

Wakil Wali Kota : “Kalau Tidak Mau Dihormati, ya………..”

Sumbang Rp 5 Juta untuk Pekan Seni 90 Tahun Pakasa SOLO, iMNews.id – Pembukaan Pekan Seni dan Ekraf (Ekonomi Kreatif)...

Istana Maimun Medan Akan Dikembalikan Menjadi Ikon Kota

Dikunjungi Ketua DPD RI dan Disaksikan Ketua MAKN MEDAN, iMNews.id – Ketua DPD RI AA LaNyala Mahmud Mattalitti yang belakangan...
~Pariwara~

SUKOHARJO, iMNews.id – Para mahasiswa asing peserta program Virtual Inbound Student Exchange Program (VISEP) yang diselenggarakan Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), tertarik mempelajari budaya Indonesia. Karena salah satu alasan itulah, pada penyelenggaraan VISEP yang akan dimulai semester genap tahun ini, ada 61 mahasiswa asing yang menjadi pesertanya.

”Program ini diprakarsai Kepala Bidang Program Internasional BKUI, dan baru dirilis awal semester genap ini,” ungkap Hepy Adityarini PhD selaku Kepala Bidang Program Internasional BKUI UMS, saat menyampaikan laporan atas kegiatan tersebut, dalam sebuah upacara yang dilakukan secara virtual zoom yang dikendalikan dari kampus pusat UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, belum lama ini.

Menurut Hepy, VISEP merupakan program obility mahasiswa dari universitas mitra UMS di luar negeri. Para peserta program tersebut, dapat menempuh maksimum 3 mata kuliah, dan nilai yang akan diperoleh akan ditransfer UMS ke kurikulum universitas negara asal peserta dalam bentuk credit transfer.

Disebutkan, UMS telah menerima mahasiswa asing program credit transfer sejak 2017. Namun baru sebatas program studi Teknik Mesin dan Teknik Sipil kelas internasional, yang pesertanya dari UTHM.

Program credit transfer, lanjutnya, sejak 2017 sudah dibuka untuk 11 program studi, namun hanya ada 7 program studi yang dipilih. Semua program studi yang sudah dipilih dan memiliki mahasiswa, adalah program studi yang sudah menggunakan pengantar bahasa Inggris.

”Misalnya, Manajemen, Komunikasi, Informatika, Teknik Mesin, Teknik Sipil dan Pendidikan Bahasa Inggris. Sedang program srtudi Pendidikan Olah Raga, masih menggunakan pengantar bahasa Indonesia,” ujar Hepy.

Dikatakan, program studi Teknik Mesin dan Teknik Sipil, paling banyak peminatnya di antara 7 program studi yang sudah memiliki mahasiswa. Mahasiswa yang mengikuti dua program studi itu, tidak dikenakan biaya karena universitas asalnya sudah memiliki MoU dengan UMS.

Acara orientasi meyambut peserta program VISEP itu, dibuka Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anif MSi. Dalam sambutannya, rektor mengucapkan selamat datang dan berterimakasih kepada 61 mahasiswa asing yang telah memilih UMS sebagai tempat belajar.

Rektor berharap, para peserta bisa mendapat pengetahuan baru dan bisa ikut mempromosikan VISEP di universitas negara asal. Profesor Sofyan juga mendoakan program tersebut bisa berjalan lancar.

Dalam acara itu, tiga mahasiswa asing perwakilan UTHM dan UMS yang diberi kesempatan berbicara, semuanya menyatakan tertarik mengikuti VISEP karena ingin memperoleh penghalaman baru, dan juga belajar tentang budaya Indonesia. (won)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

More Articles Like This