Pakasa Kota Bekasi Kerja-Bhakti Bersih-bersih Benteng Baluwarti
SURAKARTA, iMNews.id – Sejumlah guru IPS (sejarah) anggota MGMP IPS SMP dari Kabupaten Pamekasan, melakukan studi banding ke Kraton Mataram Surakarta, Rabu (11/2) siang tad. Kedatangan 30-an anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS SMP se-kabupaten di Madura (Jatim) itu, diterima Gusti Moeng dan kerabat.

Dalam sejarah perjalanan Kraton Mataram Surakarta, mungkin belum banyak atau termasuk jarang warga dari Pulau Madura terutama kalangan pendidik melakukan kunjungan secara khusus ke kraton. Padahal, tak bisa dielakkan ada hubungan darah antara leluhur warga Madura khususnya Kabupaten Pamekasan dengan keluarga kraton.

Baik Gusti Moeng (Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa LDA) yang menjadi tuan rumah maupun Ki Dr Purwadi (peneliti sejarah/Ketua Lokantara) yang kebetulan berada di situ, menyebut bahwa kunjungan itu merupakan bentuk pemahaman yang baik. Karena, tali silaturahmi antara dua keluarga besar itu pernah “dipersatukan” oleh PB IV.

Kepada para guru sejarah di jenjang SMP di Kabupaten Pamekasan itu, Gusti Moeng menuturkan, dua putri Adipati Tjakra Adiningrat I yang bernama KR Handayawati dan KR Sakaptinah, secara berturutan diambil sebagai permaisuri Sinuhun PB IV (1788-1820). Dan Senin (16/2), kraton akan “nyadran” ke makamnya, Desa Kolpajung, Pamekasan.

Sementara itu, 7 warga Pakasa Kota Bekasa mengadakan kerja-bhakti bersih-bersih “benteng” Baluwarti, Minggu (8/2) lalu. Lokasi yang dibersihkan ketinggian benteng di kanan-kiri Kori Kamandungan. KRRA Joko Murdianto Bintoro Adiningrat (Ketua Pakasa Kota Bekasi) menyebutkan, kerja-bhakti itu adalah wujud kecintaannya kepada kraton. (won-i1)
