Sejumlah Guru IPS SMP Pamekasan, Studi Banding ke Mataram Surakarta

  • Post author:
  • Post published:February 11, 2026
  • Post category:Regional
  • Reading time:2 mins read
You are currently viewing Sejumlah Guru IPS SMP Pamekasan, Studi Banding ke Mataram Surakarta
MENERIMA CINDERAMATA : Gusti Moeng menerima cinderamata dari Ketua MGMP IPS SMP Kabupaten Pamekasan yang datang bersama rombongan di Kraton Mataram Surakarta, Rabu (11/2) siang tadi. Kedatangannya diterima di Bangsal Smarakata. (foto : iMNews.id/Dok)

Pakasa Kota Bekasi Kerja-Bhakti Bersih-bersih Benteng Baluwarti

SURAKARTA, iMNews.id – Sejumlah guru IPS (sejarah) anggota MGMP IPS SMP dari Kabupaten Pamekasan, melakukan studi banding ke Kraton Mataram Surakarta, Rabu (11/2) siang tad. Kedatangan 30-an anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS SMP se-kabupaten di Madura (Jatim) itu, diterima Gusti Moeng dan kerabat.

STUDI BANDING : Sejumlah guru anggota MGMP IPS SMP se-Kabupaten Pamekasan yang mengadakan studi banding ke kraton, mendengarkan penjelasan Gusti Moeng (Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa LDA) yang menerimanya di Bangsal Smarakata, siang tadi.(foto : iMNews.id/Dok)

Dalam sejarah perjalanan Kraton Mataram Surakarta, mungkin belum banyak atau termasuk jarang warga dari Pulau Madura terutama kalangan pendidik melakukan kunjungan secara khusus ke kraton. Padahal, tak bisa dielakkan ada hubungan darah antara leluhur warga Madura khususnya Kabupaten Pamekasan dengan keluarga kraton.

BERFOTO BERSAMA : Para guru sejarah anggota MGMP IPS SMP se-Kabupaten Pamekasan (Madura), Jatim, berfoto bersama Gusti Moeng sebagai penutup acara studi banding di kraton, Rabu siang tadi. Kedatanga mereka diterima di Bangsal Smarakata. (foto : iMNews.id/Dok)

Baik Gusti Moeng (Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa LDA) yang menjadi tuan rumah maupun Ki Dr Purwadi (peneliti sejarah/Ketua Lokantara) yang kebetulan berada di situ, menyebut bahwa kunjungan itu merupakan bentuk pemahaman yang baik. Karena, tali silaturahmi antara dua keluarga besar itu pernah “dipersatukan” oleh PB IV.

DI BAWAH LONCENG : Dua di antara sejumlah warga Pakasa Kota Bekasi, sedang membersihkan rumput di bawah kaki penggantung lonceng yang ada di atas “benteng” Baluwarti. Kerja-bhakti mereka lakukan di kanan-kiri Kori Kamandungan Lor, Minggu (8/2). (foto : iMNews.id/Dok)

Kepada para guru sejarah di jenjang SMP di Kabupaten Pamekasan itu, Gusti Moeng menuturkan, dua putri Adipati Tjakra Adiningrat I yang bernama KR Handayawati dan KR Sakaptinah, secara berturutan diambil sebagai permaisuri Sinuhun PB IV (1788-1820). Dan Senin (16/2), kraton akan “nyadran” ke makamnya, Desa Kolpajung, Pamekasan.

KETINGGIAN BENTENG : “Benteng” Baluwarti yang melingkari inti kedhaton Kraton Mataram Surakarta, di kanan-kiri Kori Kamandungan Lor adalah garis pertahanan. Puncak benteng itu dibersihkan warga Pakasa Kota Bekasi dalam kerja-bhakti, Minggu (8/2). (foto : iMNews.id/Dok)

Sementara itu, 7 warga Pakasa Kota Bekasa mengadakan kerja-bhakti bersih-bersih “benteng” Baluwarti, Minggu (8/2) lalu. Lokasi yang dibersihkan ketinggian benteng di kanan-kiri Kori Kamandungan. KRRA Joko Murdianto Bintoro Adiningrat (Ketua Pakasa Kota Bekasi) menyebutkan, kerja-bhakti itu adalah wujud kecintaannya kepada kraton. (won-i1)