Hanya Potong Tumpeng di Bangsal Smarakata yang Sangat Sederhana
SURAKARTA, iMNews.id – Perayaan hari kelahiran atau ultah bagi publik secara luas sudah biasa dilakukan, dari wujud perayaan skala kecil-kecilan di sembarang tempat hingga pesta mewah besar-besaran. Tetapi, bagi seorang KGPH Hangabehi yang hendak menuju tahta sebagai Sinuhun PB XIV, mungkin menjadi hal yang tak biasa.
Peristiwa perayaan ultah yang digelar Bebadan Kabinet 2004 di Bangsal Smarakata, sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (5/2/2026) siang tadi menjadi peristiwa sangat langka bagi semua yang hadir di situ. Bahkan bagi Sinuhun PB XIV Hangabehi, yang ultahnya ke-41 dirayakan Bebadan Kabinet 2004 dengan sangat sederhana.

Bagi kalangan media dan jajaran Bebadan Kabinet 2004 yang menjadi “pamong” masyarakat adat berbagai elemen di Kraton Mataram Surakarta, mungkin baru kali ini mendengar KGPH Hangabehi merayakan ultahnya. Berbeda dengan beberapa tokoh di “seberang” atau tokoh “sabrang” yang sering mengunggah video pesta ultah berkesan mewah.
Kamis (5/2) siang tadi, Bebadan Kabinet 2004 hanya menggelar donga wilujengan di Bangsal Smarakata. Abdi-dalem juru-suranata RT Irawan Wijaya Pujodipuro yang memimpin doa semua yang hadir, mengepung meja berisi uba-rampe ultah. Di situ tampak ada nasi tumpeng kecil dan kue kecil dihiasi nyala beberapa lilin kecil.

Gusti Moeng yang mulai membuka dengan pernyataan singkat tentang hajad merayakan ultah ke-41 Sinuhun PB XIV Hangabehi, dan sedikit menyinggung riwayat perjalanan beberapa peristiwa di dalam kraton sekitar 3 bulan terakhir. Selaku Pengageng Sasana Wilapa dan Pangarsa LDA, dia berharap Sinuhun PB XIV diberi panjang umur.
“Semoga diberi panjang umur, selalu dalam lindungan Allah SWT. Selalu diberi kesehatan. Bisa menjadi panutan, pengayom dan pengayem seluruh keluarga besar Kraton Mataram Surakarta. Dan selalu diberi kesabaran. Kalau tidak ada peristiwa 13 November 2025 itu, mungkin sudah tertutup jalannya,” tunjuk Gusti Moeng tandas.

Gusti Moeng memberi smabutan tunggal dan memimpin jalannya perayaan ultah, duduk di seberang meja uba-rampe ultah bersama Sinuhun PB XIV Hangabehi dan GKR Ayu Koes Indriyah (Gusti Ayu). Di bagian kiri, juga duduk lesehan di atas tikar para keluarga dekat seperti keluarga KGPH madu Kusumonagoro dan para kerabat wanita.
Di situ juga tampak istri Sinuhun PB XIV Hangabehi, yang tampil sangat sederhana. Begitu pula GRAy Putri Purnaningrum, adik kandung Sinuhun PB XIV Hangabehi. Di depan meja, ada para abdi-dalem ulama, termasuk KRT Supardjo (pamong Sasana Pustaka) yang mendapat tugas melantunkan tembang Macapat “Singgah-singgah Kala Singgah”.

Di bagian kanan adalah tempat duduk sekitar 30-an sentana-dalem dan para abdi-dalem yang bekerja di berbagai Bebadan Kabinet 2004. Disaksikan sekitar 70-an orang siang tadi, Sinuhun PB XIV Hangabehi menjalani perayaan ultah bersama representasi kerabat dan perwakilan elemen masyarakat adat secata lengkap.
Acara perayaan berlangsung singkat. Sehabis doa dilanjutkan nyanyi bersama sambil meniup lilin. Usai tiup liling sambil nyanyi “Selamat Ulang Tahun” dan Sinuhun PB XIV melanjutkan dengan potong tumpeng dan kue ultah. Potongan tumpeng kali pertama diberikan kepada sang bibi, yang tak lain adalah Gusti Moeng, kemudian Gusti Ayu.

Suasana haru terasa ketika ucapan ultah diberikan sambil mendekap erat sebagai tanda kasih-sayang, secara berurutan mulai dari Gusti Ayu, Gusti Moeng, KPH Edy Wirabhumi, GRAy Putri Purnaningrum dan sang istri. Salaman dan saling mendekap juga dilakukan para sentana-dalem yang selama ini mendukungnya sebagai Sinuhun PB XIV.
Saat memberi ucapan selamat ultah itulah, suasana haru kembali terasa. Peristiwa itu menjadi penutup seluruh rangkaian perayaan ultah. Tak lupa, para sentana-dalem berfoto bersama dengan Sinuhun Hangabehi. Para wartawan juga memanfaatkan momentum itu, termasuk mewawancarai Gusti Moeng soal perkembangan terakhir di kraton. (won-i1)
