KP Siswantodiningrat Pimpinan Utusan-dalem “Nyadran” di Makam Ki Ageng Selo

  • Post author:
  • Post published:February 4, 2026
  • Post category:Regional
  • Reading time:3 mins read
You are currently viewing KP Siswantodiningrat Pimpinan Utusan-dalem “Nyadran” di Makam Ki Ageng Selo
MEMBERI SAMBUTAN : KP Siswantodiningrat yang memimpin utusan-dalem dari Kraton Mataram Surakarta, mendapat kesempatan memberi sambutan saat berlangsung ritual haul Ki Ageng Selo di kompleks makam Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, semalam. (foto : iMnews.id/Dok)

Pakasa Cabang Jepara “Nyadran” ke Lima Lokasi Makam

SURAKARTA, iMNews.id – Bebadan Kabinet 2004 mengutus rombongan yang dipimpin KP Siswantodiningrat (Wakil Pengageng Sasana Wilapa) untuk “nyadran” di beberapa lokasi makam di Kabupaten Grobogan. Tiga makam rokoh leluhur yang diziarahi di bulan Ruwah ini adalah Ki Ageng tarub, Ki Ageng Selo dan Ki Ageng Getas Pendawa.

BONDAN KEJAWAN : KP Siswantodiningrat menabur bunga saat “Nyadran” di makam Bondan Kejawan, anak Ki Ageng Tarub di makam Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo. Ada beberapa lokasi makam di Kabupaten Grobogan yang diziarahi kraton, kemarin. (foto : iMnews.id/Dok)

Ritual “Nyadran” di bulan Ruwah yang menjadi tradisi rutin masyarakat adat Kraton Mataram Surakarta dan masyarakat Jawa pada umumnya itu, diawali di kompleks makam Ki Ageng Henis di Kelurahan Laweyan, 22 Januari. Dari Kota Surakarta, berlanjut ke beberapa titik lokasi makam di Pengging (Boyolali), Sragen dan Karanganyar.

LELUHUR PARA RAJA : Ki Ageng Getas Pendawa adalah salah satu tokoh leluhur para Raja Mataram. Makamnya di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, kemarin diziarahi rombongan dari kraton dalam rangka Nyadran atau Ruwahan. (foto : iMnews.id/Dok)

Perjalanan kedua “Tour de Ruwah” dari rombongan utusan-dalem kraton, adalah “Nyadran” di Astana Pajimatan Imogiri, makam Panembahan Senapati Astana Pajimatan Puralaya Kutha Gedhe dan Astana Pajimatan Bayusumurup Jogja, Minggu (25/1). Safari diakhiri di pesanggrahan Watu Gilang Cepuri dan pantai Parangkusuma, Bantul (DIY).

Berikutnya, Selasa (3/2/206) rombongan utusan-dalem “Tour de Ruwah” dipimpin KP Siswantodiningrat menuju beberapa titik lokasi makam di Kabupaten Grobogan. Safari “Nyadran” itu diakhiri dengan menghadiri ritual haul Ki Ageng Selo yang digelar di kompleks makam, Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo malam harinya atau semalam.

UTUSAN CABANG : Rombongan abdi-dalem “Kanca Kaji” utusan Pakasa Cabang Jepara yang dipimpin RT Rasmaji, berziarah di makam Ratu Kalinyamat di Desa Mantingan, Kecamatan Kalinyataman, semalam. Ziarah itu dalam rangka “nyadran” atau “Ruwahan”. (foto : iMnews.id/Dok)

Setelah tiga perjalanan itu, Kraton Mataram Surakarta masih punya tiga kali perjalanan “Tour de Ruwah” lagi. Yaitu “nyadran” di makam Bathara Katong dan dua titik lokasi makam di Kabupaten Ponorogo. Berikut, ke Astana Pajimatan Tegalarum (Slawi/Tegal) dan terakhir makam Adipati Tjokro Adiningrat di Pamekasan, Madura.

 “Jumat (6/2) lusa, rombongan utusan-dalem mengantar Sinuhun PB XIV untuk shalat Jumat di Masjid Ki Ageng Selo. Jumatan di Kabupaten Grobogan ini sudah diagendakan. Lalu, Jumatan di Masjid Agung Jatisobo, Polokarto, Sukoharjo juga sudah diagendakan berikutnya,” ujar KP Siswantodiningrat menjawab iMNews.id.

EYANG SENTONO : Rombongan abdi-dalem Kanca-Kaji yang dipimpin RT Rasmaji juga “nyadran” di makam Eyang Sentono, tokoh pendiri Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Ziarah dilakukan dalam rangka rangka “nyadran” atau “Ruwahan”. (foto : iMnews.id/Dok)

Sementara itu, Pakasa Cabang Jepara juga menjalani tradisi “Nyadran” selama sehari kemarin, Selasa (3/2). Rombongan 11 abdi-dalem “Kanca-Kaji” utusan Pakasa cabang yang dipimpin RT Rasmaji, menziarahi 4 titik lokasi makam. Mulai dari makam Ratu Kalinyamat, Panembahan Juminah, Eyang Sentono, Syech Wasi dan Adipati Citrosomo.

Menurut KP Bambang S Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Jepara), dalam suasana hujan  agenda “Nyadran” tetap dijalankan mulai sore hingga malam. Mulai dari makam Ratu Kalinyamat dan Panembahan Juminah di Desa Mantingan, lalu makam Eyang Sentono (Desa Sukodono), Syech Wasi (Kuwasen) dan makam Adipati Citrosomo (Desa Sendang). (won-i1)