PB XIV Hangabehi Adalah The Right Man, The Right Place dan The Right Track
IMNEWS.ID – DENGAN melihat segala aspek dan unsur yang ada seperti terlukis pada seri-seri tulisan tema ini sebelumnya, maka menjadi jelas siapa tokoh yang sudah tepat asal-usulnya, posisinya, arah dan visi perjalanannya ke depan. Khususnya komitmen dalam membawa masyarakat adat Kraton Mataram Surakarta.
Karena penjelasan berbagai aspeknya pula, maka bisa terlihat jelas perbandingannya antara profil Sinuhun PB XIV Hangabehi bersama daya dukungnya dengan profil tokoh pesaing dan lingkungannya pula. Kejelasan perbedaan itu, bisa menghasilkan kesimpulan final tentang siapa tokoh yang tepat untuk “didukung” dan dilegitimasi.
Kalau keputusan mendukung sudah terarah tepat pada salah satu tokoh yang paling memenuhi segala aspek dan persyaratannya, tentu tak bisa terpisahkan dari lembaga Kraton Mataram Surakarta yang menjadi tanggung-jawabnya. Termasuk berbagai elemen masyarakat adat yang berada di dalamnya sebagai menjadi daya dukung legitimatif.

Ketika semuanya sudah tampak jelas, tegas dan tepat, maka memang tidak salah apabila berbagai elemen masyarakat adat menggantungkan harapan pada Sinuhun PB XIV Hangabehi. Karena semua perwakilan trah keturunan Sinuhun PB I – PB XII merekomendasikan KGPH Hangabehi, maka pemerintah tidak salah jika menyetujuinya.
Dengan demikian, maka Sinuhun PB XIV Hangabehi adalah figur yang “The Right Man”. karena kebutuhan kepemimpinan yang bisa meneruskan pelestarian Budaya Jawa dan menjaga kelangsungan kraton, maka dukungan semua pihak terhadap Sinuhun PB XIV Hangabehi telah menempatkannya sebagai tokoh yang “The Right Place”.
Begitu juga, kesan kesungguhan, komitmen dan rasa tanggung-jawab yang dimiliki Sinuhun PB XIV Hangabehi sesuai harapan seluruh elemen masyarakat adat Kraton Mataram Surakarta, maka arah perjalanannya sudah tepat berada di relnya atau “The Right Track”. Ketiga hal ini, tampak sekali ada pada diri KGPH Hangabehi.

Dengan kejelasan asal-usul pribadi, arah tujuan dan komitmen Sinuhun PB XIV Hangabehi bersama seluruh elemen masyarakat adat yang mendukungnya membuka ruang bermitra secara sehat dan proporsional dengan pemerintah, maka kini menjadi babak baru bagi Kraton Mataram Surakarta dan dan pemerintah/negara (rezim penguasa).
Bila semua indikator di atas benar adanya dan menjadi keniscayaan, maka tahun 2025 pada momentum pergantian kepemimpian dari Sinuhun PB XIII ke Sinuhun PB XIV Hangabehi, sejarah akan mencatat sebagai babak baru perjalanan Kraton Mataram Surakarta. Babak zaman yang bisa mengangkat harkat martabat dan kewibawaan kraton.
Babak di mana Kraton Mataram Surakarta kembali mendapat kehormatannya sebagai fitrahnya, menjadi pusat peradaban, pusat dan sumber Budaya Jawa dan tempat menjaga/merawat peradaban mikro dan makrokosmos. Karena publik secara luas sangat tertarik untuk mencermati proses pergantian kepemimpinan di Mataram Surakarta.

Perihal hubungan kemitraan yang proporsional dan ideal antara Kraton Mataram Surakarta dengan pemerintah, kini memang sudah mendapatkan ruang yang tepat untuk kembali dijalin. Format hubungan yang semakin terbuka dan berproses ke arah yang tepat, sebagai mitra yang sama-sama membutuhkan untuk kepentingan lebih besar.
Karena sudah terbukti, ketika bangsa Indonesia menghadapi krisis identitas akibat masuknya berbagai anasir negatif ke Tanah Air, pemerintah/negara tak mampu menghadapinya. Kehadiran kesatuan masyarakat adat yang memiliki kearifan budaya lokal, ternyata sangat diperlukan untuk menjaga ketahanan budaya nasional.
Hal terakhir itu sangat penting dan strategis bisa bertemu pada momentum pergantian kepemimpinan di Kraton Mataram Surakarta. Karena, selain terpenuhinya berbagai unsur yang dibutuhkan untuk kemitraan itu, juga ada elemen Majelis Adat Kraton Nusantara (MAKN) yang dipimpin KPH Edy Wirabumi selaku Ketua Umum DPPnya.

Prospek dan potensi kemitraan yang sedang dibangun pada momentum pergantian kepemimpinan di Kraton Mataram Surakarta ini, tentu akan membuka lembaran baru bagi banyak pihak. Setidaknya bagi kraton yang sudah terlalu lama terkungkung di “kandangnya”, dan nyaris “tak dikenal” oleh generasi baru peradaban dunia.
Kemudian, prospek positif bagi pemerintah RI yang selama ini “kehilangan” potensi dukungan dari Kraton Mataram Surakarta. Karena, faktanya kraton telah memiliki hubungan/dikenal luas sejak sebelum bergabung dengan NKRI atau sebelum 1945. Banyak karya-karya kraton yang dikenal dan mewarnai karya-karya besar kelas dunia.
Kraton Mataram Surakarta yang eksis sebagai “negara monarki” selama 200 tahun (1745-1945), sangat dikenal dunia karya-karyanya. Oleh sebab itu, tampilnya Sinuhun PB XIV Hangabehi, diharapkan bisa menyambung kembali reputasi itu. Karena dirinya memang benar-benar tokoh The Right Man, The Right Place dan The Right Track. (Won Poerwono – habis/i1)
