Pakasa Cabang Kudus dan Kota Bekasi Siapkan Pisungsung Tombak Untuk Pemkab Jepara

  • Post author:
  • Post published:August 26, 2025
  • Post category:Regional
  • Reading time:6 mins read
You are currently viewing Pakasa Cabang Kudus dan Kota Bekasi Siapkan Pisungsung Tombak Untuk Pemkab Jepara
ZIARAH MALAM : Objek wisata spiritual religi di kompleks "Taman Menara, Makam dan Masjid Kudus" punya pesona tersendiri bagi masyarakat dari wilayah yang luas. Karena daya tarik keunikan dan latar-belakang sejarah pisiritual tokoh Sunan Kudus, sampai pukul 21.00 malampun tetap ramai diziarahi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Gelar Pengajian Menyambut “Muludan”, Sediakan Hadiah Uang Simbol “17-8-45”

KUDUS, iMNews.id – Pakasa Cabang Kudus dan Kota Bekasi menyiapkan tombak dengan kekhasan masing-masing sebagai “pisungsung” atau cinderamata kepada Pemkab Jepara, menandai event “Grebeg Mulud” tahun 2025 ini. Dua pengurus cabang itu memberi konfirmasi soal rencana penyerahan “pisungsung” tersebut, saat puncak event kirab budaya Grebeg Mulud digelar bersama Pakasa Cabang Jepara, Sabtu, 30 Agustus.

KRRA Panembahan Didik Alap-alap Gilingwesi Singonagoro (Ketua Pakasa Cabang Kudus) dan KRA Joko Murdianto Bintoro Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Kota Bekasa) yang dimintai konfirmasi iMNews.id secara terpisah hingga kemarin, membenarkan bahwa cabangnya sudah menyiapkan “pisungsung” tombak. Kepada iMNews.id siang tadi, Ketua Pakasa Cabang Kudus akan hadir dan menyerahkan “pisungsung” itu.

“Saya akan datang dengan beberapa pengurus sebagai perwakilan saja. Mungkin tidak sampai 10 orang, karena hari Sabtu (30/8) pelaksanaan kirab itu, bukan hari libur. Hapir semua warga Pakasa Kudus belum pulang kerja. Mungkin pada pekewuh kalau izin tidak masuk, karena terlalu sering. Saya bisa memaklumi itu. Maka, saya juga yakin bahwa panitia termasuk Pakasa Cabang jepara juga bisa memaklumi”.

“Kami akan membawa pisungsung sebilah tombak yang lengkap dengan ‘landaian’, sudah berukir identitas Kudus. Kami akan ikut kirab, walau hanya beberapa orang. Tombak yang akan kami pisungsungkan jenis ‘Lar manyura’, pamor Janur Sinebit, gelar Kiai Bledheg gaya (tangguh) ‘Mataraman’. Soal namanya, besok kami akan konfirmasikan lagi,” ujar KRRA Panembahan Didik Singonagoro menjawab pertanyaan.

SEHABIS PENGAOSAN : Sehabis “pengaosan”, dua warga Pakasa Cabang Kudus yaitu RT Arief Sugiharto Reksopuro dan MNg M Muslich Hadiprojo bersama penulis melihat dari dekat suasana wisata spiritual ziarah malam di kompleks “Taman Menara, Makam dan Masjid Kudus”, Minggu malam (24/8) pukul 21.00 WIB. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Sementara, KRA Joko Murdianto Bintoro Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Kota Bekasa) yang dimintrai konfirmasi, kemarin menyebutkan, pengurus cabangnya akan mengirim perwakilan untuk menyerahkan “pisungsung” tombak tersebut. Dirinya tidak bisa hadir karena ada tugas di tempatnya bekerja, tetapi utusan perwakilan yang dikirim bisa mengikuti kirab budaya tersebut.

“Tombak yang akan kami pisungsungkan kepada Pemkab Jepara untuk disimpan di Museum Kartini, adalah tombak (dhapur) Trisula, pamor ngulit semangka, tangguh Mataram dan warangka gaya Cirebon. Tombak itu sudah disertai penangguhan pusaka dari empu yang membuatnya,” ujar KRA Joko Murdianto. Dia juga memperlihatkan sertifikat yang ditandatangani Krisna Triwijaya Wulan Aji selaku empu pembuatnya.

Dari 30-an cabang Pakasa, iMNews.id baru menerima penjelasan mengenai kesiapannya mengirim “pisungsung” dua Pakasa cabang itu. Sisanya, belum ada kabar mengenai kesiapan membawa “pisungsung” maupun mengajak rombongn untuk turut serta bergabung dalam kirab budaya puncak “Grebeg Mulud” yang akan digelar, Sabtu, 30 Agustus 2025. Ada rangkaian kegiatan Grebeg Mulud yang dimulai Senin, 25 Agustus.

Sementara itu, berkait dengan rencana gelar event tersebut, KP Bambang S Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Jepara) mengabarkan, pengurus telah “sowan” ke kraton untuk melaporkan rencana kegiatan kepada GKR Wandansari Koes Moertiyah. Kedatangannya bersama penyelenggara, termasuk Yayasan Praja Manunggal, untuk memohon doa restu dan meminta Gusti Moeng dan Pangarsa Pakasa Punjer untuk hadir di event tersebut.  

MERAH-PUTIH : Simbol merah-putih, juga menjadi simbol “patriotik” kalangan warga Pakasa Cabang Kudus, yang dikenakan saat hadir di acara pengaosan menyambut awal bulan Mulud Tahun Dal 1959, sekaligus mengisi hari-hari terakhir peringatan HUT ke-80 RI di Majlis Taklim Alap-alap Gilingwesi, Minggu (24/8). (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

KP Bambang menyebutkan, sudah ada 25 Pakasa cabang yang menyatakan akan hadir dalam gelar puncak “Grebeg Mulud” menandai peringatan ke-491 tahun (Jawa) Hari Jadi Kabupaten Jepara. Belum dirinci apakah sejumlah itu akan ikut bergabung dalam kirab budaya, juga belum dijelaskan apakah sejumlah itu juga membawa “pisungsung” tombak untuk mengisi Museum Kartini yang berada di kota Kabupaten Jepara.

Kalau disebut sudah ada 25 Pakasa cabang akan hadir, diperkirakan masih ada sekitar 5 cabang bila jumlah Pakasa yang masih aktif ada 30-an cabang. Namun sangat dimaklumi, baik yang sudah menyatakan akan hadir maupun tidak bisa hadir, kondisi dan situasi masing-masing kepengurusan cabang sangat bervariasi. Terlebih, suasana secara umum saat ini sedang tidak baik-baik saja, khususnya secara ekonomi.

Sementara itu, selain mempersiapkan rencana kehadirannya di event “Grebeg Suro” Pakasa Cabang Jepara, KRRA Panembahan Didik Singonagoro menyempatkan menggelar pertemuan pengurus Pakasa cabang untuk menyambut datangnya bulan Mulud tahun Dal 1959. Pertemuan diadakan yang diakhiri dengan “pengaosan” di aula Majlis Taklim Alap-alap Gilingwesi, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Minggu malam (24/8).

Dihadiri sekitar 50 orang, pertemuan pengurus Pakasa itu sempat membahas soal beridirnya pengurus organisasi Putri Narpa Wandawa Cabang Kudus. Di depan pengurus yang rata-rata adalah santri dari 4 Majlis Taklim yang dipimpinnya, disebutkan, bahwa pengurus Putri Narpa cabang masih terbuka bagi hadirnya anggota dari masyarakat umum atau non-Pakasa.

CALON AULA PAKASA : Pengurus Pakasa Cabang Kudus dan pengelola Grup Kafari “Seribu Jalan” menyiapkan tempat khusus untuk berbagai kegiatan warga Pakasa, di Jalan Panembahan, Desa Singocandi, Kecamatan Kota. KRRA Panembahan Didik Singonagoro, sempat meninjau calon aula Pakasa itu, Minggu malam (24/8).(foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Untuk menjadi anggota Putri Narpa Wandawa, tidak ada syarat apa-apa. Anggota baru dari luar Pakasa atau masyarakat biasa, diharapkan bagi yang suka berkabaya dan berkonde seperti yang belakangan digelorakan komunitas di bidang ini. Jadi, syaratnya ya punya kebaya dan konde. Tetapi, tidak setiap bertemu mengenakan kebaya dan konde. Paling hanya kalau ada HUT organisasi saja,” ujar KRRA Panembahan Didik.

Mengenai program kerja dan lokasi pertemuan, Ketua Pakasa Kudus yang menginisiasi berdirinya Putri Narpa Kudus dan mendukung Nyi Ng Kurnia sebagai ketuanya itu menyerahkan sepenuhnya pada rapat anggota dan pengurus Putri Narpa cabang. Program kerja terbuka luas, seperti di bidang-bidang yang selama ini digeluti sejumlah organisasi lain, selain sebagai elemen masyarakat adat Kraton Mataram Surakarta.

Pertemuan pengurus Pakasa yang diisi pengajian malam itu, memang tampak cukup unik. Karena, semua yang hadir harus mengenakan seragam berunsur merah dan putih simbol “dwi warna” lambang negara RI. Karena, pertemuan itu juga berlangsung masih di bulan peringatan Kemerdekaan RI 17 Agustus. Selain itu, ada simbol penanda yang menarik pula ketika diadakan pengundian hadiah berbagai berkah.

Hadiah berkah yang dibagi malam itu, berupa uang yang jumlahnya sesuai tanggal, bulan dan tahun Promkalamasi Kemerdekaan, yaitu unsur “17, 8 dan 45”. Hadih berupa uang yang diselipkan dalam lipatan kaos oblong itu adalah, Rp 1,7 juta, Rp 800 ribu, Rp 400 ribu dan Rp 500 ribu, yang semuanya berupa pecahan seratus ribu rupiah. Untuk mendapatkan hadiah kaos, tiap orang harus memutar piringan.

MENYIAPKAN TOMBAK : KRRA Panembahan Didik Singonagoro (Ketua Pakasa Cabang Kudus) menyiapkan tombak yang akan “dipisungsungkan” sebagai pengisi Museum Kartini. Tombak yang disimpan di kediaman Majlis Taklim di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae itu, Sabtu (30/8) akan dibawa ke Jepara untuk diserahkan. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Piringan yang diputar itu, ada ruang berwarna-warni dan KRRA Panembahan Didik Singonagoro sudah menentukan, kalau ada yang putarannya tepat di ruang warna biru, yang bersangkutan berhak mendapat hadiah kaos yang terbungkus rapat. bagi yang beruntung, bisa mendapat hadiah uang sejumlah yang disebut di atas, yang berada di lima bungkus kaos dari 10 kaos yang disediakan.

Dari semua yang hadir termasuk anak-anak yang diajak orang-tuanya hadir, mendapat hak untuk memutar pringan masing-masing sekali. Kalau ada yang mendapat hadiah kaos, hanya boleh dibuka setelah sampai di rumah. Sampai pertemuan selesai sekitar pukul 21.00 WIB, bungkusan kaos tersisa 4, tetapi hingga hari ini belum ada kabar siapa yang mendapat hadiah uang yang jumlahnya ada 5 variasi besaran itu. (won-i1)