Pakasa Cabang Kudus Siap Dukung Kirab Ritual Haul Pangeran Puger
KUDUS, iMNews.id – Pakasa Koordinator Cabang (Korcab) Mayong, Cabang (Kabupaten) Jepara menggelar kirab budaya untuk menyemarakkan haul tokoh cikal-bakal desa, Nyi Mas Ayu Roro Semangkin di kompleks makam Desa Mayong Lor, Senin (7/7) siang tadi. Kirab itu mendapat dukungan beberapa pengurus Pakasa cabang dan cabang tuan rumah, Pakasa Jepara.
Kirab budaya dalam rangka event ritual haul wafat tokoh leluhur Dinasti Mataram itu, bahkan mendapat kunjungan tamu masyarakat adat “Pura” Mangkunegaran dari wilayah kabupaten “tetangga”. Karena dari samir yang dikenakan warna “Kuning-Hijau” atau disebut “Pare-anom”, adalah warna khas samir masyarakat adat “Kadipaten” Mangkunegaran Surakarta.

“Kami mengirim “Korsik Bendhe” 8 orang, abdi-dalem “Kanca-Kaji” 12 orang dan “pangomboyong” ada 20 orang. Karena permintaan panitia sebanyak itu. Kami menugaskan KRT Hendro Suryo Kartiko (Pangarsa Korcab Bangsri) sebagai pimpinan utusan. Beliau Ketua Pepadi Jepara. Saya minta maaf tidak bisa hadir, karena tidak bisa meninggalkan tugas di Jakarta,” ujar KP Bambang S Adiningrat.
Ketua Pakasa Cabang Jepara, KP Bambang S Adiningrat yang dihubungi iMNews.id petang tadi menyebutkan, dukungan Pakasa cabang untuk berbagai kegiatan dalam rangka pelestarian seni Budaya Jawa di dalam wilayah Kabupaten Jepara, selalu mendapat perhatian pengurus cabang. Untuk kegiatan ritual haul di Mayong, cabang sudah beberapa kali mendukung kirab.

Sementara itu KRRA Panembahan Didik Alap-alap Gilingwesi Singonagoro selaku Ketua Pakasa Cabang Kudus melaporkan kepada iMNews.id, cabangnya juga hadir mendukung kirab budaya untuk memenuhi undangan panitia Pakasa Korcab Mayong, Cabang Jepara. Namun, pihaknya tidak bisa membawa rombongan banyak, karena undangan Senin (7/7) ini, terkendala bukan hari libur.
“Kalau pas hari libur, atau Sabtu misalnya. Kami bisa membawa rombongan banyak. Tadi, kami hanya tujuh orang ikut kirab semua. Songsong susun yang menjadi khas kami, juga tidak kami bawa. Karena jumlah isi abrisan hanya sedikit. Songsong untuk kegiatan adat, juga tidak kami bawa,” ujar KRRA Panembahan Didik Singonagoro yang tak pernah lupa membawa “banner” identitas asalnya dalam barisan, di manapun.

Di tempat terpisah, Pakasa Cabang Ponorogo juga masih punya banyak agenda kegiatan di bulan Sura ini. KP MN Gendut Wreksodiningrat menyebutkan, Minggu malam (6/7) kemarin pengurus cabang menggelar kirab pusaka tombak Tunggul Wulung, pusaka kadewatan Padepokan Sattoriyah Depok, Nglewan, Pang Sambit, Ponorogo. Setelah ini, haul Eyang Djayengrono dan ritual “Tutup Suran” di Bantarangin sudah menunggu.
Sementara itu, Minggu (6/7) kemarin rombongan utusan-dalem yang dipimpin KP Siswanto Adiningrat (Wakil Pengageng Sasana Wilapa) menghadiri acara yang digelar di Pondok Pesantrean Walisongo, Tuban (Jatim). Sebelum itu, rombongan tersebut juga diutus kraton untuk hadir di ritual haul Nyi Mas Dewi Roro Kuning di Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, Pati.

Begitu banyaknya kegiatan di bulan Sura di berbagai daerah cabang Pakasa yang mengundang kehadiran kraton, membuat Bebadan Kabinet 2004 membagi tugas. Selain utusan yang dipimpin KP Siswanto itu, Gusti Moeng sendiri juga memimpin rombongan saat hadir di ritual “Sedekah Gunung”, di Kecamatan Tamansari, Boyolali, Jumat (4/7). Sedangkan bregada prajurit kraton juga menjadi utusan, memandu kirab di mana-mana. (won-i1)









