Dewan Profesor Sumbang 15 Titik Sarana Sanitasi di Kraton Mataram Surakarta

  • Post author:
  • Post published:July 7, 2025
  • Post category:Regional
  • Reading time:4 mins read
You are currently viewing Dewan Profesor Sumbang 15 Titik Sarana Sanitasi di Kraton Mataram Surakarta
BERKURSI RODA : Dengan berkursi roda, Prof Margiyanti bersama rombongannya berpamitan pada Gusti Moeng, KPH Edy Wirabhumi dan para sentana dari jajaran Bebadan Kabinet 2004 yang habis menerima kehadiran tamu Dewan Profesor itu di eks Kantor Sinuhh PB XI, Senin (7/7) siang tadi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Gusti Moeng Jelaskan Perkembangan Kraton Kepada Keluarga Besar Sentana

SURAKARTA, iMMNews.id – Dewan Profesor Universitas se-Indonesia menyumbang renovasi 15 titik lokasi sarana sanitasi di lingkungan Kraton Mataram Surakarta. Lokasi sarana sanitasi yang direnovasi itu terutama yang berdekatan dengan pusat-pusat kegiatan, misalnya sarana layanan kunjungan wisata publik di kawasan kraton.

“Dari 15 titik lokasi itu, sudah 10-an yang bisa dimanfaatkan. Di sekitar objek kunjungan di museum dan sebagainya. Juga di objek yang sering jadi tempat upacara misalnya di dekat Sasana Handrawina, sekitar Bangsal Smarakata dan dekat beberapa ruang yang sering digunakan untuk rapat dan kegiatan perkantoran”.

MELIHAT SANITASI : Prof Sahid yang mendampingi Prof Margiyanti, sempat pulang belakangan karena ingin melihat salah satu titik lokasi sanitasi yang habis direnovasi dengan bantuan “Dewan Profesor”. KRMH Suryo Kusumo Wibowo berada di belakangnya saat Prof Sahid melihat ruang sanitasi yang sudah direnovasi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“kalau tadi Prof Sahid dari UNS. Beliau yang sudah punya ikatan kerja-sama dengan kraton, mengusulkan ke Dewan Profesor. Tadi, Prof Margiyanti dari Universitas Guna Dharma (Jakarta), yang meninjau lokasi sarana sanitasi yang sudah jadi. Karena beliau yang menyetujui bantuan renovasi itu,” ujar Gusti Moeng menjawab pertanyaan iMNews.id, siang tadi.

Rombongan dua tokoh dari Dewan Profesor itu, sekitar pukul 10.00 WIB keluar dari ruang eks Kantor Sinuhun PB XI bersama Gusti Moeng, KPH Edy Wirabhumi dan beberapa sentana pejabat Bebadan Kabinet 2004. Pertemuan berlangsung singkat sejak pukul 09.00 WIB, dan langsung berpamitan Gusti Moeng dan kerabat tuan rumah untuk meninggalkan kraton.

KELUARGA SENTANA : Di forum pertemuan keluarga besar sentana darah-dalem yang menggunakan Bangsal Kasentanan, Senin (7/7) siang tadi Gusti Moeng menyela arisan ibu-ibu untuk memberi penjelasan dan pertanggungjawabannya selama mengemban tugas sebagai Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa LDA. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Walau Prof Margiyanti bergegas meninggalkan kraton, tetapi Prof Sahid sempat tertahan karena menengak salah satu sarana sanitasi yang sudah selesai direnovasi dan difungsikan dengan baik. Satu titik lokasi sanitasi itu berada di dekat Bangsal Smarakata, sebuah bangunan yang paling sering digunakan untuk berbagai upacara keperluan kraton.

Selesai melepas tamu Dewan Profesor, Gusti Moeng menyambangi keluarga besar sentana darah-dalem yang sedang menggelar pertemuan rutin sebulan sekali di Bangsal Kasentanan atau Kusuma Wandawa. Siang tadi, pertemuan diisi arisan yang diikuti kalangan istri atau ibu-ibu keluarga besar sentana yang kelihatan hadir sekitar 20-an anggota.

TERUS BERKONFLIK : Di depan keluarga besar sentana darah-dalem yang sedang menggelar pertemuan dan arisan, Gust Moeng menyela untuk memberi penjelasan. Perkembangan situasi dan kondisi terakhir di kraton setelah adanya eksekusi putusan MA pada 8 Agustus 2024, tak membuat reda tetapi banyak pihak malah menganggap kraton terus dilanda konflik. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Di forum itu Gusti Moeng menyela kesibukan pertemuan dan arisan, untuk memberi penjelasan tentang situasi perkembangan kraton terakhir. Selain menyebutkan berbagai kejadian terakhir, juga memberikan sekilas pertanggungjawabannya selaku Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa LDA. Menurutnya, pertanggungjawaban serupa akan disampaikan di forum ritual “Jenag Suran”, 17 Sura, Sabtu malam.

Menurutnya, kini kraton sudah berhasil mendapatkan legal standing badan hukum yang jelas, tegas dan final dengan dilaksanakannya eksekusi putusan MA pada 8 Agustus 2024 lalu. Namun, upaya hukum positif ini ternyata tidak dipatuhi oleh beberapa pihak yang dinyatan bersalah karena melakukan perbuatan melawan hukum dengan penyalahgunaan SK Kemendagri.

LUKISAN PB X : KPP Angga membantu KPP Bambang Kartiko dan KRMP Bambang Sudarsono untuk memasang lukisan foto Sinuhun PB X di ruang Bangsal Kasentanan, Senin (7/7) siang tadi. Lukisan foto itu dikembalikan setelah dilepas sebentar untuk keperluan mengukur lokasi yang akan digunakan untuk memasang kipas pendingin ruangan (AC) itu. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Legal standing badan hukum untuk Lembaga Dewan Adat, lahir sebagai wadah perwakilan trah. Tetapi juga memenuhi saran Sekda Provinsi Jateng (Hadi Prabowo). Kraton disarankan memiliki badan hukum, agar bisa mendapatkan hak-hak keuangan dari pemerintah, karena tidak mungkin diserahkan kepada pribadi Sinuhun PB XIII (KGPH Hangabehi) atau PB XIII (Tedjowulan), yang waktu itu “bersaing”. (won-i1)