Kamis, 2 Desember 2021
Regional Jalan Dr Rajiman Ditutup Selama PPKM Darurat

Jalan Dr Rajiman Ditutup Selama PPKM Darurat

Baca Juga

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

Wakil Wali Kota : “Kalau Tidak Mau Dihormati, ya………..”

Sumbang Rp 5 Juta untuk Pekan Seni 90 Tahun Pakasa SOLO, iMNews.id – Pembukaan Pekan Seni dan Ekraf (Ekonomi Kreatif)...

Istana Maimun Medan Akan Dikembalikan Menjadi Ikon Kota

Dikunjungi Ketua DPD RI dan Disaksikan Ketua MAKN MEDAN, iMNews.id – Ketua DPD RI AA LaNyala Mahmud Mattalitti yang belakangan...
~Pariwara~

SOLO, iMNews.id – Satlantas Polresta Surakarta menutup arus lalu lintas di Jalan Dr Rajiman, mulai 5-20 Juli.

Penutupan ruas jalan mulai simpang tiga Moonlight hingga simpang empat Pasar Kembang itu dimaksudkan agar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Solo kian maksimal.

Wakasatlantas Polresta Surakarta AKP Sutoyo menerangkan, penutupan ruas jalan sepanjang sekitar 3 kilometer itu dimulai pukul 05.00 hingga pukul 20.00. “Rencana semula akan dilakukan di Jalan Slamet Riyadi. Tapi karena beberapa pertimbangan, penutupan arus dialihkan ke Jalan Dr Rajiman,” terang dia.

Menurut Sutoyo, pemilihan lokasi penutupan tersebut dilatarbelakangi oleh rendahnya penerapan protokol kesehatan dan aturan-aturan PPKM Darurat lainnya.

“Semoga dengan pengalihan arus ini masyarakat bisa menyadari pentingnya untuk melaksanakan imbauan dari pemerintah. Nanti sambil jalan, kami juga akan memantau lokasi-lokasi lain di mana ada toko yang seharusnya tutup tapi masih buka, maupun ada kerumunan. Nanti akan kami lakukan juga pengalihan arusnya.”

Meski Jalan Dr Rajiman ditutup, Satlantas membiarkan persimpangan-persimpangan yang mengarah ke ruas jalan tersebut tetap terbuka.

“Misalnya simpang empat di sebelah barat Pasar Klewer atau simpang empat Coyudan. Kendaraan dari arah selatan maupun utara tetap bisa melintas,” kata Sutoyo.

Sementara itu Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta Teguh Prakosa, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Wiyata Sempana Aji dan tim gabungan memantau pelaksanaan PPKM Darurat di kawasan Nonongan dan Coyudan. Mereka menemui para pemilik atau pengelola toko nonesensial yang masih beroperasi, serta meminta agar toko tersebut ditutup hingga 20 Juli.

“Kemarin kami sudah mengecek toko-toko di Jalan Slamet Riyadi. Hari ini ke kawasan Pasar Klewer, Alun-alun Lor, Kampung Batik Kauman, Coyudan, Nonongan, Jalan Gatot Subroto hingga depan Mangkunegaran,” terang Wawali. (F Pradipta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

More Articles Like This