Mengisi Bulan Sura, Sekaligus Wujud Dukungan untuk Sinuhun PB XIV Hangabehi
KLATEN, iMNews.id – Warga Pakasa Anak Cabang (Ancab) Delanggu, Cabang Klaten, selama tiga hari berturut-turut Jumat-Minggu kemarin menggelar bhakti sosial. Kegiatan sosial berupa klinik terapi “gratis” pijat-urut syaraf itu, menjadi pengisi agenda di bulan Sura Tahun Be 1960 ini, sekaligus sebagai bentuk dukungan untuk Sinuhun PB XIV Hangabehi. Layanan gratis ini sudah berjalan tiga kali.
“Layanan gratis selama tiga hari berturut-turut (Jumat-Minggu) ini, digelar untuk program dua bulan sekali. Yang kemarin itu, sudah kali ketiga diadakan. Peserta yang hadir umum, masyarakat dan warga Pakasa. Animonya luar biasa dalam tiga hari kemarin. Hari terakhir, Minggu, pasien yang datang sampai 189. Layanan dilakukan sejak pagi oleh 24 praktisi (terapis) sampai habis semua pasien terdaftar habis”.

“Karena kemaring (Minggu) sampai 189 pasien, maka layanan dilanjutkan sampai setelah Magrib. Di hari-hari biasa selain program gratis tiga hari berturut-turut itu, kembali ke jadwal layanan biasa. Ada tarifnya, biasa juga. Hari pertama, 94 pasien dan hari kedua 131. Keluhan pasien sangat beragam, mulai dari yang keseleo hingga syaraf kejepit,” ujar KRRA Haryanto Budayaningrat menjawab iMNews.id.
Ketua Pakasa Kecamatan (Ancab) Delanggu, Kabupaten (Cabang) Klaten itu saat dimintai konfirmasi pagi tadi menambahkan, layanan terapi pijat-urut digelar di kompleks kediaman KRT Fajar Birowo. Klinik terapi kesehatan alternatif di kediaman warga Pakasa Ancab Delanggu (Klaten) itu, berada di Dukuh Purbayan, Desa Tlobong. Untuk layanan kesehatan reguler, menerima kelihan segala penyakit.

Menurutnya, warga Pakasa Ancab Delanggu termasuk basis pendukung Sinuhun PB XIV Hangabehi. Selama ini warga Pakasa di wilayah itu setia pada “pasuwitan” di Kraton Mataram Surakarta, yang dipimpin Pangarsa Pakasa Punjer dan mengikuti jejak Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Pangarsa Lembaga Dewan Adat. Generasi muda Pakasa banyak diharapkan lahir dari kepengurusan Ancab Delanggu.
“Di pengurus Cabang Klaten, saya masih tercatat sebagai Bendahara. Dan di pengurus Pakasa Cabang Boyolali, saya sebagai Ketua I. Karena, saya warga Kabupaten Klaten, juga tinggal di Kabupaten Boyolali. Mudah-mudahan, dukungan saya ini makin mendorong dua cabang ini makin berkembang. Terutama lahirnya kalangan generasi muda Pakasa yang sangat kami butuhkan,” ujar KRRA Haryanto.

Di tempat terpisah, Minggu pagi (5/7) KP Siswandodiningrat (Wakil Pengageng Sasana Wilapa) memimpin rombongan utusan-dalem dari kraton, untuk menghadiri ritual haul tiga tokoh dari keluarga besar Ki Ageng Selo. Ritual haul ketiganya yang digelar di makam “Kedung Cowek” Desa Depok, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan itu, dimeriahkan dengan kirab budaya yang didukung para prajurit kraton.

Sementara itu, kegiatan kraton di bulan Sura Tahun Be 1960 masih berlanjut hingga Minggu 12 Juli. Banyak warga Pakasa memaknai bulan Sura dengan berbagai kegiatan. Termasuk warga Pakasa Kota Bekasi pimpinan KRA Joko Murdianto Bintoro Adiningrat (Ketua Cabang), yang berkerja-bhakti “resik-resik” Pendapa Sasanamulya, Jumat (3/7), sebelum mengikuti ritual “pengetan adeging nagari” di Sasana Handrawina.
(won-i1)






