Sinuhun PB XII : “Seorang Raja Harus Punya Kekuatan Pribadi yang Kokoh….”

  • Post author:
  • Post published:November 7, 2025
  • Post category:Regional
  • Reading time:7 mins read
You are currently viewing Sinuhun PB XII : “Seorang Raja Harus Punya Kekuatan Pribadi yang Kokoh….”
SEMANGAT PAKASA : Kehadiran para pengurus Pakasa dari berbagai daerah termasuk Pakasa Cabang Magelang, semangat pengabdiannya sudah tak perlu diragukan lagi. KRAT Bagiyono (Ketua cabang) memimpin rombongan dari daerahnya, mengantar Sinuhun PB XIII sampai di Astana Pajimatan, adalah bagian dari "setya"-nya.(foto : iMNews.id/Dok)

Lima Cabang Pakasa “Berharap”, Calon “Peduli” dan Sudah “Berkarya” Layak Ditetapkan

SURAKARTA, iMNews.id – Di saat-saat menjelang akhir hayat, Sinuhun PB XII pernah memberi pesan bijak yang bisa disebut “sabda-dalem” berisi sebuah pandangan ideal atas pengalamannya memimpin sebagai “Raja” di Kraton Mataram Surakarta (1945-2004). Video rekaman koleksi pribadi KRT Wiranagara berisis “sabda-dalem” yang diterima Gusti Moeng, dikirim kepada iMNews.id, Jumat (7/11) pagi tadi.

Dari penjelasan singkat Sinuhun PB XII di video rekaman yang dibuat di tahun 2003 itu, dilontarkan sebuah ekspresi sekaligus pandangan “Sinuhun Amardika” itu mengenai bagaimana “profil seorang Raja” (di Jawa-Red). Selain melukiskan “profil” yang secara tidak langsung tersirat ketentuan syarat, dalam “sabda-dalem” itu juga disebut bahwa menurutnya di tanah Jawa “harus ada” seorang “Raja”.

Selain mengirim video pernyataan singkat Sinuhun PB XII yang dibuat KRT Wiranagara kira-kira setahun sebelum tokoh dalam video itu wafat, Gusti Moeng tidak memberi pernyataan apapun. Baik mengenai isi video maupun berkait dengan peristiwa upacara pelepasan jenazah Sinuhun PB XIII, “insiden pernyataan mabuk” maupun jalannya proses alih kepemimpinan. “Saya belum ingin ngomong,” jawab singkat Gusti Moeng.

Pernyataan singkat Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa Lembaga Dewan Adat (LDA) menjawab pertanyaan iMNews.id, pagi tadi itu, juga tidak menyinggung sedikitpun soal siaran pers yang disebar “Maha Menteri” KGPH Tedjowulan, kemarin (iMNews.id, 5/11). Pernyataan berkonotasi sedang melihat perkembangan situasi dan kondisi itu, juga sama yang diungkapkan KPH Edy Wirabhumi, dirinya ingin melihat apa yang terjadi.

NALURI SAR : Kesigapan memberi pertolongan seperti yang dilakukan KRT Suyono S Adiwijoyo (Ketua Harian Pakasa Cabang Ngawi), hanya bisa datang dari yang bernaluri SAR. Dia cepat beraksi saat KGPH Hangabehi tampak lemas dalam barisan yang megantar peti jenazah, sesampai di Pendapa Magangan, Rabu (5/11) pagi.(foto : iMNews.id/Dok)

Sikap “diam dan menunggu” perkembangan yang ditunjukkan Gusti Moeng dan Pangarsa Pakasa Punjer itu, ternyata juga diperlihatkan kalangan sentana trah darah-dalem yang bertugas di jajaran “Bebadan Kabinet 2004”. Suasana “hening” itu terjadi setelah “Maha Menteri” KGPH Tedjowulan mengeluarkan “siaran pers” yang menyatakan “mengambil-alih” kekosongan kepemimpinan sampai ada penetapan pemimpin pengganti.

Meski tidak ada pergerakan pada “masa berkabung” di internal kraton, tetapi para warga masyarakat adat elemen Pakasa cabang mulai “bereaksi”. Ada sejumlah cabang Pakasa yang dihubungi iMNews.id secara terpisah, lima cabang di antaranya memberikan pandangan, saran dan masukan untuk masa berkabung. Tetapi hal lain yang lebih esensial, adalah untuk jalannya proses alih kepemimpinan yang sedang berjalan.

Kelima Pakasa cabang yang memberikan pandangan, saran dan masukan hingga siang tadi adalah, KP Bambang S Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Jepara), KRRA Panembahan D Alap-alap Gilingwesi Singonegoro (Ketua Pakasa Cabang Kudus), KRAT Bagiyono Rumeksodiningrat (Ketua Pakasa Magelang), KRT Suyono S Adiwijoyo (Ketua Harian Pakasa Cabang Ngawi) dan KRAT Heru Arif Pianto Wedyonagoro (Ketua Pakasa Cabang Pacitan).

“Mekanisme proses suksesi penerus Sinuhun PB XIII, harus sesuai paugeran ada di kraton. Termasuk, urutan tahap-tahapnya yang sudah diatur dalam paugeran adat itu. Yaitu, harus menunggu waktu (dan ruang) yang tepat. Di antaranya, di situ pasti ada musyawarah keluarga atau perwakilan yang ditunjuk,” pinta KP Bambang S Adiningrat dalam pandangan, saran dan masukannya mewakili elemen Pakasa Jepara, pagi tadi.

SETYA SUWITA : Pakasa Cabang Ngawi yang dipimpin KRT Suyono S Adiwijoyo sudah banyak membuktikan kesetian dalam pengabdian atau “pasuwitan”nya di Kraton Mataram Surakarta. Naluri SARnya punya kecepatan bereaksi dan selalu muncul dalam situasi apapun, termasuk saat KGPH Hangabehi “butuh” pertolongan. (foto : iMNews.id/Dok)

Ada tiga poin saran, masukan dan pandangannya untuk memberi dukungan pada arah proses alih kepemimpinan yang ideal di kraton saat ini. Dan poin ketiga yang sangat penting adalah, pihaknya berharap pihak-pihak yang sudah “mendeklarasikan” sebagai “penerus tahta” untuk menghormati dan menjaga kraton (mengoreksi keputusannya-Red), agar iklim di kraton tetap kondusif. Empat cabang Pakasa lain juga banyak berharap.

Salah satunya adalah KRT Suyono S Adiwijoyo, yang menyarankan agar proses suksesi pengganti Sinuhun PB XIII berlangsung dalam suasana aman dan damai. Perjalanan proses harus sesuai “angger-angger paugeran adat” yang sudah digariskan para leluhur, dan disepakati seluruh sentana kerabat trah Mataram Surakarta yang terwadahi dalam Lembaga Dewan Adat. Dan semangatnya tetap mengedepankan kraton agar lebih kuncara.

“Seorang figur tokoh Sinuhun PB XIV, harus memiliki kualitas pribadi yang ‘berbudi bawa leksana, santun, ramah, berwibawa, andhap-asor, bertanggung-jawab dan merakyat. Tokoh seperti inilah yang akan membawa Kraton Mataram Surakarta lebih kuncara hanjayeng bawana,” tandas KRT Suyono S Adiwijoyo selaku Ketua Harian Pakasa Cabang Ngawi (Jatim), menjawab pertanyaan iMNews.id di tempat terpisah, pagi tadi.  

Melengkapi pernyataan dua pimpinan cabang pakasa di atas, KRAT Bagiyono Rumeksodiningrat (Ketua Pakasa Cabang Magelang) mengingatkan, bahwa kini Kraton Mataram Surakarta masih dalam suasana berkabung. Soal pergantian kepemimpinan, harus berdasar paugeran adat yang sudah disepakati dan masih berlaku di kraton hingga kini. Baik yang menyangkut soal ruang dan waktu, tatacara, forum dan keputusan “musyawarah”.

DUKUNGAN MORAL : Dukungan moral selalu siap diberikan kapanpun oleh warga Pakasa Cabang Kudus, saat Kraton Mataram Surakarta membutuhkan. Termasuk yang dilakukan KRRA Panembahan D Alap-alap Gilingwesi dan rombongan Pakasa, saat semu mengantar jenazah Sinuhun PB XIII ke Astana Pajimatan Imogiri, Rabu (5/11).(foto : iMNews.id/Dok)

“Dengan dasar paugeran adat, diharapkan siapapun yang akan tampil jumeneng nata, pasti bisa diterima sebagian besar internal keluarga dinasti Mataram Surakarta. Maka, siapapun tokohnya, pasti sudah melalui pertimbangan bahwa tokoh itu bisa mengayomi semua yang ada di dalamnya, bukan hanya salah satu kelompok saja. Jadi pemimpin ideal bagi kraton seisinya dan ideal bagi masyarakat luas,” ujar KRAT Bagiyono.

Sementara itu, KRRA Panembahan D Alap-alap Gilingwesi Singonegoro yang dihubungi secara terpisah juga menyampaikan pandangan, saran dan masukannya. Dari uraian pandangannya, jika berdasar paugeran adat dan pertimbangan karya serta jasa-jasanya, hanya putra tertua yaitu KGPH Hangabehi yang layak menjadi pengganti sebagai Sinhun PB XIV. Beberapa hal itu, seharusnya bisa menjadi pertimbangan penting.

“Saya bersama keluarga besar Pakasa Cabang Kudus, teriring rasa tresna, asih dan bhakti kami kepada Kraton Mataram Surakarta, menyampaikan pandangan tentang proses alih kepemimpinan setelah surud-dalem SISKS Paku Buwana XIII. Dengan andhap-asor, kami menyampaikan usulan berdasar beberapa pertimbangan, bahwa putra-dalem sepuh KGPH Hangabehi yang paling memenuhi syarat menjadi Sinuhun PB XIV”.

“Putra kakung sepuh KGPH Hangabehi, saget kapilih, kapesethekaken lan kapakemaken dados SISKS PB XIV. Minangka penerus trah Dinasti Mataram Surakarta kanthi sah, adil lan linuwih. Menika adedasar paugeran adat ingkang sampun wonten lan kedah dipun-ugemi lan dipun-lampahi. Tugas dan tanggung-jawab di bidang kerja adat dan budaya sudah ditunjukkan dan semua itu demi kebaikan dan masa depan kraton,” ujarnya.

SESUAI PAUGERAN : Sosok tokoh KGPH Hangabehi seperti yang dilukiskan pimpinan Pakasa Cabang Kudus, sudah terbukti peduli dan berbaur dalam kerja adat untuk mendukung upaya pelestarian Budaya Jawa dan menjaga kelangsungan Kraton Mataram Surakarta. Dia satu-satunya yang layak menjadi penerus. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Pandangan, saran dan masukan KRRA Panembahan D Alap-alap Gilingwesi Singonegoro selaku Ketua Pakasa Cabang Kudus itu, dalam uraian lengkap dan panjang menggunakan Bahasa Jawa “krama inggil” dan “madya” itu, juga menyebut bahwa KGPH Hangabehi sudah terbukti peduki dan bisa menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Baik dalam pelestarian Budaya Jawa dan berbagai aktivitas menjaga kelangsungan kraton.

“Supados lampahipun Kraton Mataram Surakarta tansah manggih lestari, rahayu lan sampurna, prayogi kapiji putra-dalem ingkang sampun nelakaken medal saking garis trah utama, kanthi rembag-dalem ingkang tentrem lan linambaran kasaenan. Mugi Gusti Allah tansah paring pepadhang, kawilujengan lan pitedah dhumateng para sesepuh saha para sentana, supados kraton tansah dados pancering budaya lan pakuning kadigdayan”.

SUDAH DISIAPKAN : Seorang pemimpin dalam terminologi ciri-ciri kepemimpinan Jawa, seperti sudah disiapkan Sang Khalik sejak awal. Dia adalah orang terpilih yang sepanjang perjalanannya terarah menuju tugas dan tanggungjawab yang harus diembannya sebagai calon penerus pimpinan di Mataram Surakarta. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Amargi, Kraton mataram Surakarta ugi dados pandarmaning kejawen,” jelas Ketua Pakasa Cabang Kudus itu. Sementara itu, KRAT Heru Arif Pianto (Ketua Pakasa Cabang Bhumi Wengker Pacitan) menegaskan harapannya, agar siapapun yang terpilih sebagai pengganti dan penerus tahta di Kraton mataram Surakarta, harus melalui mekanisme paugeran adat. Karena penggantinya nanti diharapkan bisa membawa kraton “lebih baik”.

“Harus bisa membawa kraton semakin kuncara, ngrembaka dan hanjayeng bawana. Selain itu, seorang pemimpin (raja) di kraton harus selalu mewujudkan “Sabda Brahmana (Pandhita) Raja (Ratu) Datan Kena Wola-wali” dalam setiap kebijakannya,” harap KRAT Heru. Mengenai “siaran pers” Maha Menteri (KGPH Tedjowulan), KP Budayaningrat yang dihubungi terpisah, siang tadi menyatakan belum mendapat penjelasan lebih lanjut. (won-i1)