MENDAPAT KENAIKAN : Karena putra tertua Sinuhun PB XIII, KGPH Mangkubumi tidak bisa hadir, kekancingan gelar kehormatan untuk Ketua Pakasa Cabang Klaten yang naik dari KRA menjadi KP Probo Hadinagoro, diserahkan oleh Gusti Moeng (Ketua LDA) mewakili Keraton Mataram Surakarta, dalam sebuah upacara di pendapa kabupaten, tadi siang. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)
Sediakan Pendapa Kabupaten untuk Ajang Pelestarian
KLATEN, iMNews.id – Bupati Klaten Sri Mulyani merasa prihatin dan “sedih”, karena warganya yang notabene “wong” Jawa sudah tidak memahami Bahasa Jawa dan budaya lokalnya, karena terkikis oleh masuknya budaya asing. Dia bahkan menyediakan pendapa kabupaten sebagai ajang pembelajaran dan pelestarian budaya, serta meminta Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (Pakasa) Cabang Klaten untuk menjadi mitra pemerintah bersama-sama mengedukasi dalam upaya pelestarian budaya yang bersumber dari Karaton Mataram Surakarta.
“Kita wajib prihatin, karena biasanya masyarakat Klaten menguasai bahasa ibunya, yaitu bahasa Jawa. Tetapi karena terkikis oleh budaya asing, warga kebanyakan saat ini sudah tidak memahami bahasa Jawa, bahkan tidak mengenal budaya lokalnya. Dengan adanya Pakasa dan acara seperti ini, menuntut kita semua untuk bertanggung-jawab dalam melestarikan budaya yang bersumber dari kraton. Agar nilai-nilai sopan-santun kembali menjadi peri laku kita dalam kehidupan sehari-hari,” demikian antara lain sambutan Bupati Klaten yang dibacakan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Klaten, Jaka Purwanta, pada upacara wisuda abdidalem warga Pakasa Cabang Klaten, yang berlangsung di pendapa kabupaten, tadi siang.

Perihal keprihatinan bupati yang justru mengharapkan agar pendapa kabupaten dimanfaatkan untuk ajang aktivitas dalam upaya pelestarian budaya, dibenarkan oleh Bendahara Pakasa cabang, KRAT Haryanto yang ditemui iMNews.id sebelum upacara wisuda dimulai. Menurutnya, Bupati Klaten Sri Mulyani yang sudah mendapat gelar kehormatan Kanjeng Mas Ayu (KMAy) dan bersedia duduk selaku dewan pembina/penasihat pengurus Pakasa Cabang Klaten, justru yang meminta pengurus Pakasa bersama Pemkab dan menggalang kerjasama dengan berbagai elemen untuk berada di depan nelakukan upaya-upaya pembelajaran untuk pelestarian budaya Jawa.
Untuk itu, lanjutnya, diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, dari 26 kecamatan se-wilayah Kabupaten Klaten, semua akan segera memiliki kepengurusan Pakasa anak cabang atau ranting. Dengan ditetapkannya unsur penting kepengurusan Pakasa anak cabang di Kecamatan Polanharjo, Kalikotes, Juwiring, Wonosari, Karangdowo dan Kecamatan Pedan siang tadi, sisa enam kecamatan lagi akan akan segera terbentuk kepengurusan seluruh Pakasa anak cabang.
” Tadi sudah ditetapkan unsur pengurus inti enam Pakasa Anak Cabang. Sekarang sudah jadi 20 kecamatan terbentuk kepengurusannya, tinggal 6 kecamatan lagi. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat akan terbentuk semuanya. Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati. Karena justru beliaulah yang meminta Pakasa untuk memanfaatkan pendapa kabupaten sebagai ajang pelestarian budaya. Kami menyatakan siap. Karena itu adalah kewajiban dan tugas Pakasa, menggalang kebersamaan dengan elemen-elemen masyarakat lain, untuk menjalankan tugas dan kewajiban itu,” tandas KRAT Haryanto.

Enam unsur penting pengurus Pakasa anak cabang yang ditetapkan Pangarsa Punjer (Ketua Pusat) pakasa KPH Edy Wirabhumi di bagian akhir upacara wisuda siang itu, adalah baru figur ketua, sekretaris dan bendahara. Sebelum memberi sambutan, terlebih dulu KPH Edy mengambil sumpah mereka, yang antara lain meminta kesanggupannya untuk melestarikan budaya yang bersumber dari kraton dan menjaga keutuhan NKRI. Sementara itu, KPH Edy meminta agar masing-masing pengurus inti yang ditetapkan, segera melengkapi kepengurusan anak cabangnya, untuk kemudian dilantik dan ditetapkan bersama-sama pada kesempatan mendatang.
Dalam upacara wisuda, GKR Wandansari Koes Moertiyah yang akrab disapa Gusti Moeng, juga berkesempatan memberi sambutan. Sebelum itu, beruturt-turut dia mewisuda KRA Probonagoro yang juga Ketua Pakasa Cabang Klaten, menjadi KP Probo Hadinagoro, bergantian dengan KPHA Sangkoyo Mangun Kusumo yang kebagian mengalungkan samir kepada 50-an abdidalem dan sentana, baik yang mendapat kenaikan gelar dan sama sekali baru mendapatkannya. Di antara yang mendapatkan kenaikan gelar, adalah KMT Indah Rachmawati Arumingtyas yang ikut dilantik sebagai Ketua Pakasa Anak Cabang yang juga ketua panitia upacara wisuda siang itu. (won-i1)