Pakasa Cabang Jepara Jamasan Pusaka di Sendang Patirtan Glagahsari
KUDUS, iMNews.id – Sekitar 50-an pengurus dan warga Pakasa Cabang Kudus berkumpul di aula Majlis Taklim Lembah Pedangkungan (Sekretariat Pakasa Kudus), Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus dalam dua hari bertutut-turut, 15-16 Maret ini. Minggu (15/3) pengurus menggelar buka puasa bersama dan membagikan bingkisan untuk warga sekitar, sedangkan Senin (16/3) gelar shalat hajad.

Shalat hajad berisi doa “panyuwunan” untuk keselamatan Sinuhun PB XIV Hangabehi, termasuk perjalanan spiritualnya yang selama ini dilakukan sampai terwujudnya upacara adat jumenengan-nata. Shalat hajad dilakukan secara khusus karena Senin (16/3) kemarin tepat pada tanggal 27 Pasa Tahun Dal 1959, masih dalam hitungan tanggal ganjil dari “Turunnya Wahyu Illahi” sejak “Lailathul Qadar” tanggal 21.

Selain untuk keselamantan Sinuhun PB XIV Hangabehi, KRRA Panembahan Didik Alap-alap Gilingwesi Singonegoro juga memimpin doa warganya untuk memohon tuntunan dan keselamatan semua yang menjalankan tugas untuk memetik kembang Wijaya Kusuma ke Desa Donan, Nusakambangan, Cilacap. Proses pemetikan diharapkan berjalan lancar, dan selamat, serta menjadi berkah dan kebaikan bagi kraton, bangsa dan negara.

“Kalau yang Minggu (15/3) sore (berbuka puasa) pengurus Pakasa bersama warga sekitar sini. Kalu yang Senin (16/3), khusus warga dan pengurus Pakasa Setelah berbuka puasa bersama, pengaosan dan shalat hajad untuk Sinuhun PB XIV. Shalat hajad juga untuk keselamatan dan kelancaran yang bertugas memetik sekar Wijaya Kusuma. Saya tidak bisa ikut rapat, mendoakan saja,” ujar KRRA Panembahan Didik.

Disebutkan Ketua Pakasa Cabang Kudus itu, karena dua hari berturut-turut (15-16/3) Pakasa cabang sudah diagendakan menggelar kegiatan, maka dirinya tidak bisa hadir secara langsung mengikuti pertemuan para utusan Pakasa cabang di Ndalem Wetan Dusun Trojayan, Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang , Minggu siang (15/3). Pertemuan membahas rencana memetik kembang Wijaya Kusuma.

Berkait dengan itu, KP Bambang S Adiningrat selaku Ketua Pakasa Cabang Jepara menyebutkan, dirinya ikut hadir dalam pertemuan yang diinisiasi pengurus Pakasa Cabang Magelang, Minggu (16/3) itu. Partemuan digelar di dekat kompleks makam tokoh Patih Sindurejo, Pasarean Agung Paremono. Patih Kyai Sindureja adalah sosok pemimpin Mataram yang berjasa untuk Sinuhun PB II saat jumeneng nata di Kartasura.

“Kegiatan Pakasa Cabang Jepara, Sabtu (14/3) jamasan pusaka putran karya Empu Tumaji (Besalen Bendowangen, Mayong, Jepara) Prosesi jamasan dilakukan oleh Nyai Wati, juru-kunci Sendang Patirtan Glagahsari. Pusakanya berbentuk ‘cakra’. Lokasi sendang Patirtan Donoroso, Desa Pengkol itu, merupakan bekas pertapaan Ratu Kalinyamat. Kami mengutus rombongan untuk memimpin upacara,” ujar KP Bambang.

Menurut KP Bambang S Adiningrat secara terpisah, kemarin, Pakasa Cabang Jepara akan memohon SK tetepan juru-kunci ke Kraton Mataram Surakarta untuk Nyai Wati. Pengurus akan ke kraton melaporkan rencana tersebut dalam waktu dekat sebelum Lebaran, sekaligus memintakan SK tetepan dimaksud. Ke depan, pusaka itu akan dijadikan ikon Jepara yang akan dimuliakan dalam kirab budaya oleh Pakasa Jepara.

Perihal rencana memetik kembang Wijaya Kusuma (iMNews.id, 16/3), KP Bambang menyatakan pengurus Pakasa Jepara siap mendukung penuh rencana dan pelaksanaanya. Selain beberapa usulan, pihaknya siap bekerjasama mendukung Pakasa Magelang yang ditunjuk memimpin ritualnya itu, untuk mewujudkan lima poin “dhawuh” dari Pakasa Punjer. Pakasa Jepara akan mengerahkan sedikitnya 50 personel Prajurit Surapraja. (won-i1)
